Ponorogo (beritajatim.com) – Satlantas Polres Ponorogo bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) menerapkan rekayasa lalu lintas (lalin) selama masa mudik Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah. Pengalihan arus sudah dimulai dari pinggiran sehingga jalanan dalam kota steril dari kendaraan pemudik.
Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi potensi kemacetan. Sebab, volume kendaraan akan semakin tinggi seiring dengan Lebaran Idul Fitri tinggal hitungan hari.
“Rekayasa lalu lintas ini, sudah mulai kami terapkan sejak pintu masuk utara Kabupaten Ponorogo,” kata Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Affan Priyo Wicaksono, Rabu (19/4/2023).
Pemasangan water barrier dilakukan di simpang empat Mlilir. Di titin ini sudah mulai untuk diterapkan rekayasa lalin.
Baca Juga:
Polres Ponorogo Terjunkan 500 Personel Untuk Operasi Ketupat
Kendaraan dari Madiun atau utara langsung belok kiri atau arah Kecamatan Jenangan tanpa harus mengikuti traffic light. Begitu pun juga dari arah Jenangan atau timur, langsung belok kiri atau menuju arah selatan.
“Rekayasa lalin di simpang Mlilir ini, sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan kendaraan di wilayah itu,” katanya.
Rekayasa lalin yang dari arah utara, tidak hanya di simpang empat Mlilir, simpang empat Pabrik Es pun juga diterapkan rekayasa. Dengan ketentuan, kendaraan dari utara tujuan Trenggalek, dialihkan ke kiri melalui Jalan Mayjend. Sutoyo S-Pasar Pon-Jeruk Sing-Simpang Empat Jetis kemudian belok kiri. Sedangkan pemudik tujuan Pacitan dialihkan belok kanan lewat Jalan Letjend. S. Parman-Simpang Empat Tambak Bayan.
“Di simpang empat Tambakbayan ada pengumuman bahwa roda enam tujuan Pacitan dialihkan belok kanan lewat Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah,” katanya.
Baca Juga:
Kapolres dan Bupati Ponorogo Larang Terbangkan Balon Udara
Sementara dari arah Barat atau Jawa Tengah diberlakukan lalu lintas normal. Pemasangan rambu petunjuk arah pun juga dilakukan di beberapa titik. Selain itu juga ada penempatan personel di titik-titik tertentu.
“Kami berpesan agar pemudik mentaati peraturan rambu maupun imbauan yang sudah ada,” ungkapnya.
Dengan rekayasa lalin ini, Affan berharap jalan-jalan protokol di dalam kota, steril dari jalur mudik. Sebab, dibeberapa titik di jalan protokol itu, berpotensi terjadi penumpukan arus lalu lintas.
“Kita sterilkan dari jalur mudik untuk jalanan kota,” pungkasnya. [end/beq]






