Banyuwangi (beritajatim.com) – Pergantian tahun dijadikan momentum refleksi bersama oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Taman Blambangan. Dalam suasana khidmat tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh masyarakat untuk saling menguatkan dalam menghadapi tantangan di tahun mendatang.
“Mari kita berefleksi, muhasabah bersama, dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, tidak ada kata lain selain saling menguatkan di antara kita semua untuk menghadapi tahun yang baru ini,” ujar Bupati Ipuk di hadapan warga, Jumat (2/1/2026).
Malam refleksi akhir tahun itu juga diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh para kiai. Hadir di antaranya Ketua Umum MUI Kabupaten Banyuwangi KH Muhaimin Asymuni, KH Zainullah Marwan, KH Hasan Thoha, KH Toha Muntoha, KH Achmad Wahyudi, serta Gus Riza Azizy.
Ipuk menegaskan, salah satu bentuk saling menguatkan adalah dengan saling mendoakan demi kebaikan bersama, khususnya untuk kemajuan Banyuwangi.
“Salah satu bentuk saling menguatkan tersebut adalah dengan mendoakan sebaik-baiknya satu sama lain. Terkhusus, untuk kebaikan Banyuwangi,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Ipuk juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Banyuwangi serta para pemangku kepentingan pembangunan yang selama ini berkolaborasi dan bergotong royong memajukan daerah. Menurutnya, kerja bersama tersebut membuahkan berbagai capaian positif sepanjang tahun 2025.
Ipuk memaparkan, tingkat kemiskinan di Banyuwangi berhasil ditekan hingga mencapai angka terendah, yakni 6,13 persen penduduk miskin. Pertumbuhan ekonomi daerah juga tercatat positif, dengan capaian 5,85 persen pada Triwulan II 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun Jawa Timur.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi menunjukkan tren peningkatan dari 74,30 pada 2024 menjadi 75,17 pada 2025. Capaian tersebut memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan kinerja pembangunan yang konsisten.
Deretan prestasi nasional turut diraih sepanjang 2025, di antaranya Penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025 sebagai Kabupaten Terbaik I Kategori Best Smart Branding Innovation dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Penghargaan Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Terbaik Nasional dari Kementerian Dalam Negeri, serta predikat Kabupaten Terinovatif untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut sejak 2018.
Meski demikian, Ipuk menegaskan bahwa prestasi bukanlah tujuan akhir. Capaian tersebut justru menjadi pengingat bahwa tanggung jawab ke depan semakin besar, seiring dengan tantangan global yang kian kompleks.
“Prestasi bukanlah tujuan akhir. Ia adalah pengingat bahwa tanggung jawab kita justru semakin besar. Dinamika global, perubahan iklim, transformasi digital, ketidakpastian ekonomi, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi menuntut kita untuk terus beradaptasi dan berinovasi,” tegas Ipuk.
Dalam momen refleksi tersebut, Ipuk juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan empati, mengingat tidak semua orang menutup tahun dengan kegembiraan, terutama mereka yang terdampak bencana di berbagai daerah.
Secara khusus, Ipuk tersambung secara daring dengan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyampaikan duka dan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga Banyuwangi di wilayah tersebut.
“Kami turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita. Semoga Ikawangi di Aceh dan Sumatera selalu dilindungi Allah dan segera pulih,” ujar Ipuk. [alr/beq]






