Ngawi (beritajatim.com)– Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ngawi tahun 2026 hingga April menunjukkan progres awal. Data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 25 Maret 2026 mencatat, pendapatan daerah telah terealisasi sebesar Rp200,32 miliar atau 9,65 persen dari total target Rp2,076 triliun.
Kontribusi terbesar pendapatan masih berasal dari transfer pusat melalui komponen Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang mencapai Rp170,76 miliar atau 10,90 persen dari pagu Rp1,566 triliun. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru terealisasi Rp29,56 miliar atau 7,25 persen dari target Rp407,59 miliar.
Dari komponen PAD, pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp27,34 miliar atau 16,54 persen. Sebaliknya, retribusi daerah masih rendah, yakni Rp1,38 miliar atau 0,62 persen dari target Rp224,05 miliar. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan baru menyumbang Rp0,18 miliar atau 1,30 persen.
Adapun pendapatan lainnya yang sah belum menunjukkan realisasi, dengan angka masih nol persen dari target Rp102,60 miliar.
Di sisi belanja, realisasi tercatat lebih tinggi dibanding pendapatan. Hingga April 2026, belanja daerah telah mencapai Rp304,07 miliar atau 14,50 persen dari total pagu Rp2,096 triliun.
Belanja pegawai mendominasi dengan realisasi Rp230,34 miliar atau 22,34 persen dari pagu Rp1,030 triliun. Sementara belanja barang dan jasa terealisasi Rp39,98 miliar atau 7,24 persen.
Belanja modal masih sangat rendah, baru Rp0,13 miliar atau 0,09 persen dari total anggaran Rp149,97 miliar. Di sisi lain, belanja lainnya terealisasi Rp33,62 miliar atau 9,26 persen, dengan komponen terbesar berasal dari belanja bantuan keuangan sebesar Rp31,12 miliar.
Untuk pos pembiayaan daerah, belum terdapat realisasi baik penerimaan maupun pengeluaran. Penerimaan pembiayaan yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp20 miliar juga belum terealisasi. [fiq/aje]






