Gresik (beritajatim.com) – Menjelang perayaan Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, masyarakat Gresik berpartisipasi dalam sebuah aksi yang penuh makna. Sebanyak 10 ribu bendera merah putih dibagikan di sepanjang pesisir Pantai Gresik, mengingatkan kita semua akan pentingnya semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.
Selain pembagian bendera, acara yang digelar pada Minggu, 10 Agustus 2025, juga diwarnai dengan aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan ratusan masyarakat, nelayan, serta berbagai instansi dan perusahaan.
Kegiatan ini dimulai dengan doa bersama di Terminal Makam Maulana Malik Ibrahim Gresik, yang melibatkan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Satpolairud Polres Gresik, Dishub, Satpol PP, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, serta perusahaan besar seperti PT Pelindo III, PT Petrokimia Gresik, PT Petro Oxo, dan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).
Setelah doa bersama, para peserta langsung bergerak ke berbagai titik di pesisir Kelurahan Lumpur untuk melakukan aksi bersih-bersih.
Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk nyata kolaborasi masyarakat Gresik dalam merayakan Kemerdekaan RI ke-80. “Aksi membagikan bendera merah putih, dan bersih-bersih di pesisir pantai ini merupakan wujud nyata masyarakat Gresik berkolaborasi menyemarakan Kemerdekaan RI ke 80,” ujar Wabup Gresik.
Kasatpolairud Polres Gresik, Iptu Arifin, juga menekankan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi dari rasa cinta terhadap tanah air. “Kegiatan ini adalah wujud kecintaan terhadap tanah air. Tidak hanya merayakan dengan upacara, tetapi juga dengan aksi nyata melalui bersih-bersih pesisir sekaligus menjaga lingkungan sebagai bagian dari merawat Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Arifin berharap aksi ini dapat membangkitkan semangat gotong royong dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan, terutama di pesisir yang merupakan aset vital Kabupaten Gresik.
“Bersih-bersih ini tidak sekadar mengangkat sampah dari pesisir, tetapi juga menanamkan harapan bahwa semangat kemerdekaan akan terus hidup melalui kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Kegiatan ini mencerminkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam merawat lingkungan serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari semangat nasionalisme yang tak pernah pudar. Selain itu, acara ini juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kontribusi nyata dalam menjaga keindahan dan kesejahteraan bumi pertiwi. [dny/suf]






