Pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) Amin Widodo mengatakan Kota Surabaya berpotensi gempa. Lantaran sejak dahulu Kota Pahlawan dilewati dua sesar atau patahan bumi.
Dua Sesar ini, sesar Waru dan sesar Surabaya. Sesar Surabaya membentang dari Kota Surabaya barat ke timur. Sementara sesar Waru melewati bagian selatan Surabaya, yakni Karangpilang hingga ke Cirebon.
Amin menambahkan, Surabaya dilewati sesar Kendeng. Yakni sesar segmen Waru dan segmen Surabaya yang dapat bergeser kalau gempa magnitudo 6.
Oleh karena itu, Amin meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk segera melakukan pemetaan kepada rumah warga yang masuk dalam wilayah kategori resiko tinggi. Agar tidak berisiko runtuhnya bangunan dampak dari gempa.
[berita-terkait number=”3″ tag=”surabaya”]
Amin juga mengatakan Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) Kementerian PUPR telah merilis peta sumber dan bahaya gempa di Indonesia. Sumber gempa di Jawa Timur ada dua, di antaranya dari tumbukan lempeng tektonik di selatan Jatim dan sesar aktif di Jawa.
Sesar aktif yang melewati Jawa Timur ada di Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, Surabaya, dan Waru. Sesar aktif ini juga sampai Caruban melewati Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Nganjuk. (ted)






