Malang (beritajatim.com) – Dua pekan jelang tahun ajaran baru 2025/2026, ratusan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Malang masih mengalami kekurangan siswa. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang per 1 Juli 2025, tercatat masih ada 1.181 bangku kosong yang belum terisi dari total 195 SD Negeri yang ada.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyebutkan bahwa sekolah dengan kekurangan siswa terbanyak adalah SDN Ketawanggede, yang masih kekurangan 42 siswa dari total pagu 112 kursi.
“Beberapa SD Negeri seperti SDN Kauman 1, SDN Model, dan SDN Percobaan selalu memenuhi pagu. Namun banyak sekolah lain yang masih belum terpenuhi,” kata Suwarjana, Rabu (2/7/2025), kemarin saat dikonfirmasi Beritajatim.com.
Ia menekankan bahwa istilah “sekolah favorit” sesungguhnya hanyalah konstruksi sosial yang dibentuk oleh pengakuan masyarakat. Dari sisi fasilitas, tenaga pengajar, hingga anggaran dana dari pemerintah, semua SD Negeri di Kota Malang memiliki standar yang sama.
“Fasilitas, guru, dan dana semuanya sama. Pendidikan negeri itu gratis. Hanya saja untuk tambahan kegiatan ekstrakurikuler seperti drumband, itu atas kesepakatan orang tua,” jelasnya.
Menurut Suwarjana, persepsi publik terhadap kualitas sekolah sangat berpengaruh terhadap sebaran siswa. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk turut berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sekolah di lingkungan mereka, agar tidak hanya beberapa sekolah saja yang dianggap unggulan.
“Kami membuka ruang kontribusi masyarakat melalui komite sekolah dan paguyuban orang tua siswa, asalkan pengelolaannya dilakukan secara transparan dan tidak dikelola langsung oleh pihak sekolah,” ujarnya.
Menanggapi fenomena bangku kosong di sejumlah SD Negeri, Disdikbud Kota Malang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Suwarjana juga memastikan bahwa proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih dibuka hingga 14 Juli 2025, agar para orang tua memiliki kesempatan untuk mendaftarkan anaknya ke SD Negeri pilihan. (dan/ian)






