Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang waktu berbuka puasa, ratusan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo tetap aktif dengan berbagai kegiatan. Tidak hanya fokus pada ibadah, mereka juga mengisi waktu dengan olahraga dan aktivitas kepanduan untuk meningkatkan keterampilan serta mempererat kebersamaan.
“Santri yang mukim di sini sekitar 800-900 orang. Mereka adalah santri kelas 5 dan 6 yang dipersiapkan untuk naik kelas dan menjadi alumni. Selama Ramadhan hingga Syawal, mereka mendapat pembekalan intensif agar siap menghadapi tanggung jawab lebih besar,” ujar Humas PMDG, Ustadz Riza Ashari, Senin (24/3/2025).
Sementara itu, santri kelas 1-4 diperbolehkan pulang sejak 10 hari sebelum Ramadhan hingga 10 hari setelah Idul Fitri. Namun, kepulangan mereka bukan sekadar liburan, melainkan bagian dari pengabdian masyarakat.
Bagi santri yang tetap bermukim, ngabuburit diisi dengan berbagai kegiatan bermanfaat. Banyak yang memilih berolahraga, seperti sepak bola, voli, dan sepak takraw, sementara lainnya mengikuti kegiatan Pramuka.
Sementara itu salah satu santri, Hyuga Sejati Utama mengungkapkan bahwa kegiatannya di pondok adalah melakukan kepramukaan. Ia bersama teman-temannya latihan tali temali pionering. Tidak hanya melakukan kegiatan kepramukaan, para santri di Pondok Gontor juga melakukan kegiatan olahraga. Seperti sepaktakraw, sepakbola, dan bola voli.
“Di Gontor, Ramadhan tetap penuh aktivitas. Ada yang olahraga, ada yang ikut Pramuka. Kalau saya sendiri lebih suka main sepak takraw. Tahun ini saya nggak pulang karena di pondok itu prinsipnya harus terus hidup, jadi kami tetap bermukim untuk menjaga keberlangsungan pondok,” ujarnya.
Tradisi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan santri Pondok Gontor. Meski jauh dari keluarga, mereka tetap menjalani Ramadhan dengan semangat, belajar, berlatih, dan memperkuat kebersamaan sebagai bagian dari persiapan masa depan. (end/kun)






