Bojonegoro (beritajatim.com) – Momen Hari Raya Idul Adha tahun ini menjadi berkah bagi para penjual arang dan peralatan bakar di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya adalah Nurul Agustina, pemilik usaha yang berjualan di barat Pasar Kota Bojonegoro.
Pada hari pertama Idul Adha ini, Nurul Agustina melaporkan penjualan dagangannya mengalami lonjakan signifikan. Arang siap bakar, baik dalam bungkus kecil maupun dalam puluhan karung, terjual habis dalam waktu singkat.
“Sejak kemarin sudah banyak yang membeli, tapi paling ramai hari ini di hari pertama Idul Adha,” ungkap Nurul di lokasi usahanya, Senin (17/6/2024).
Selain arang, Nurul juga menjual berbagai peralatan bakar seperti tungku pembakaran sate, tusuk sate, dan kipas. Permintaan untuk barang-barang ini juga meningkat tajam selama Idul Adha, membuat Nurul dan karyawan di lapaknya kewalahan melayani para pembeli.
“Dalam sehari ini saja, ratusan bungkus arang siap bakar telah ludes terjual,” tambah Nurul.
Menurutnya, pada hari sebelumnya, banyak tengkulak yang membeli arang dalam jumlah besar, dikemas dalam karung besar. Namun, hari ini lebih banyak pembeli yang memilih arang kemasan plastik untuk kebutuhan pribadi.
Dalam menjual produknya, Nurul menjaga agar harga tetap terjangkau. Arang kemasan plastik dibanderol seharga Rp5 ribu per bungkus, sementara satu karung arang dijual Rp70 ribu. Untuk peralatan bakar seperti tusuk sate dan kipas, harganya berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp25 ribu.
“Omset hari pertama Idul Adha ini naik hingga 200 persen dibandingkan hari-hari biasa,” ungkap Nurul dengan senyum puas.
Dengan peningkatan signifikan dalam penjualan ini, para penjual arang dan peralatan bakar di Bojonegoro merayakan momen Idul Adha 1445 Hijriah ini sebagai waktu yang penuh berkah bagi usaha mereka. [lus/aje]






