Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah iring-iringan mobil Kerajaan Inggris memasuki depan pelataran Istana Buckingham. Iringan mobil itu ditumpangi oleh Raja Charles III dan Permaisuri Camilla, Kepala Inggris Raya yang baru.
Raja Charles III dan sang Permaisuri sudah disambut oleh ratusan masyarakat Inggris yang ingin memberikan mereka ucapan selamat sekaligus duka. Selamat atas pengangkatan sang putra mahkota sebagai raja dan ucapan duka atas meninggalnya Ratu Elizabeth, yang tidak lain adalah ibu dari Raja Charles III.
Raja Charles menyambut hangat rasa simpati dari masyarakat Inggris. Ia dan sang istri menyalami mereka satu persatu sembari berjalan melangkah masuk ke Istana Buckingham untuk pertama kalinya, sejak pengalihan statusnya sebagai Raja dan Permaisuri.
Ribuan buket bunga juga tampak berjajar di depan gerbang istana. Bunga-bunga itu diletakkan oleh masyarakat Inggris yang berduka atas sepeninggalnya Ratu Elizabeth pasca kepemimpinannya yang ke 70 tahun.
Tidak lama, setelah Raja Charles memasuki Istana, ia membuat pernyataan resmi. Dalam pernyataan itu, ia mengatakan bahwa, Ibunya, Ratu Elizabeth adalah inspirasi dan teladan bagi hidupnya. Ia bersaksi bahwa, sepanjang hidup Ratu Elizabeth dijalani dengan baik. Ia telah memenuhi janjinya untuk melayani Kerajaan Inggris semasa hidupnya dan di hari ini, ia akan memperbarui janji itu.
“ Yang Mulia Ratu, ibu saya tercinta adalah teladan dan inspirasi bagi saya dan seluruh keluarga saya. Kami berhutang padanya, hutang paling tulus yang dimiliki keluarga kepada ibunya. Ratu Elizabeth adalah kehidupan yang dijalani dengan baik. Sebuah janji dengan takdir yang ditepati dan saya sangat berduka atas kematiannya. Janji pelayanan seumur hidup itu, saya akan perbaruhi kepada anda hari ini,” tutur Raja Charles III.
Dalam kesempatan itu, Raja Charles III mengucapkan rasa terima kasihnya atas dedikasi Ratu Elizabeth untuk Inggris selama 70 tahun. Menurut Charles, ibunya adalah sosok yang sangat memegang tradisi, namun juga terbuka atas adanya perubahan, ia tegas tapi di sisi lain hidupnya selalu dipenuhi dengan humor. Sikap itulah yang menurut Raja Charles membawa Inggris sebagai Bangsa yang besar. (Jhn/ian)






