Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin banyak orang yang masih bertanya-tanya penyebab Mr P susah ereksi. Bahkan, tak sedikit yang beranggapan bahwa penyakit diabetes merupakan salah satu penyababnya.
Umumnya banyak faktor yang membuat Mr P sulit ereksi. Mulai dari Mr P-nya yang memang susah ereksi atau gangguan libidonya yang kurang. Sehingga Mr P menjadi tidak sensitif dengan rangsangan yang diterima. Namun jika Mr P masih tidak berdiri atau ereksi tidak optimal, maka seseorang memang mengalami disfungsi ereksi.
Adapun beberapa penyebab lain mengapa Mr P tidak ereksi secara fisik, yakni terjadinya gangguan hormonal. Di mana hormon testosteron yang ada dalam tubuh pria mengalami penurunan. Hormon ini sangat berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, sekaligus fungsi seksualitas kaum Adam. Sehingga jika hormon ini terganggu maka tak heran jika proses ereksinya pun turut bermasalah.
Selain hormonal, penyebab lain Mr P susah berdiri ialah adanya pengaruh penyakit yang diderita seseorang. Terlebih penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah maupun syaraf, seperti hipertensi dan riwayat operasi yang sebelumnya pernah dilakukan, terlebih di area panggul.
Penyakit lain yang dapat merusak pembuluh darah sekaligus syaraf tubuh ialah diabetes. Hal ini tidak hanya mengganggu kinerja jantung, tetapi juga dapat mempengaruhi syaraf yang ada di area Mr P. Tak ayal jika syaraf yang mengontrol gairah seksual tersebut mengalami gangguan atau bahkan rusak, maka pria akan gagal alami ereksi ketika berhubungan seksual dengan pasangannya.
Sehingga untuk mengatasi hal ini, para pria sangat dianjurkan untuk menjaga pola hidup sehat dan mengurangi konsumsi gula berlebih, agar kadar gula darah dapat terkontrol sehingga terhindar dari gangguan seksual tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Selain itu, faktor psikis nyatanya juga dapat mempengaruhi gangguan seksualitas ini, seperti rasa cemas berlebihan, stres, depresi, hingga trauma pelecehan seksual juga dapat membuat Mr P jadi sulit ereksi.
Jika seseorang merasa mengalami gangguan seksual seperti ini, maka tidak disarankan untuk melakukan penanganan sendiri, seperti membeli obat kuat dan lain sebagainya. Namun, sebaiknya segera konsultasi kepada dokter ahli agar mendapatkan solusi dan penanganan yang tepat.
Hal ini tidak lepas dari banyaknya jenis disfungsi seksual yang kerap dialami oleh para pria, di antaranya disfungsi libido, disfungsi ereksi, disfungsi ejakulasi, hingga disfungsi orgasme. Biasanya dokter akan menganalisa terlebih dahulu penyebabnya dan jenisnya. Kemudian baru menentukan penanganannya. (fyi/ian)






