Surabaya (beritajatim.com) – Isu terkait pencurian data pribadi sedang menjadi sorotan publik di tanah air.
Sejumlah data pribadi pejabat dikabarkan telah diretas oleh sosok Hacker yang disebut Bjorka. Selain itu, ada berbagai informasi lain yang juga diungkap ke publik oleh Bjorka.
Insiden kemananan di mana data pengguna aplikasi telah diakses tanpa izin disebut dengan data breach. Hal ini tentunya bisa berdampak bagi pemilik data tersebut.
Data pribadi merupakan informasi yang penting karena berisi data personal yang tidak seharusnya diketahui oleh khalayak ramai.
Namun, seiring perkembangan teknologi, kasus data breach menjadi salah satu hal yang bisa mengancam keamanan data pribadi maupun perusahaan. Sebab, insiden ini memungkinkan untuk seorang hacker menyusup ke dalam sistem dan mengekstraksi data-data penting di dalamnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
Melansir dari laman indonesiabaik.id, data breach dapat terjadi melalui berbagai metode. Berikut ini beberapa jenis metode pembobolan data :
1. Phishing yaitu metode manipulasi psikologis untuk mengelabui pengguna agar menyerahkan data-data pribadinya.
2. Penggunaan software ilegal untuk menebak kata sandi device milik pengguna.
3. Spyware yang merupakan jenis malware dengan cara kerja mencuri data pribadi tanpa terdeteksi sama sekali oleh pengguna.
Cara Mencegah Pencurian Data
Untuk mengatasi pencurian data, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
1. Membuat password dengan kombinasi angka dan huruf yang unik dan kuat
2. Perbarui security software secara berkala
3. Aktifkan fitur verifikasi 2 langkah (two authentic)
4. Enkripsi dan backup data secara rutin
5. Buat batasan akses ke data penting
6. Matikan sinkronisasi data antar akun
Itulah beberapa metode pencurian data dan cara mencegahnya. Di era digital ini, keamanan data merupakan hal yang krusial mengingat ada berbagai informasi pribadi yang sangat penting. (nap)






