Surabaya (beritajatim.com) – Denny Caknan kembali luncurkan lagu terbarunya berjudul Wani Gelute. Di mana lagu yang masih dalam satu album ‘Kalih Welasku’ ini memiliki arti berani bertengkar.
Hal ini sesuai dengan lirik lagunya yang bercerita tentang orang ketiga yang mencoba memikat hati pasangan seseorang. Namun, ia tahu betul bahwa sang pujaan hati tak akan tergoda hanya dengan harta yang berlimpah.
Andaikan memang harus berpisah, dirinya pun berani untuk bertengkar mempertahankan apa yang selama ini telah dijaganya. Apabila ada yang berbuat macam-macam dengan tujuan merusak hubungan, ia pastikan akan ia lawan.
Sekadar untuk diketahui, bahwa official musik video lagu Wani Gelute ini sudah dapat ditonton di kanal YouTube, Denny Caknan, Sabtu (10/6/2023).
BACA JUGA: Tak Tahu Tiang Tengah Jalan, Avanza Tabrak JPO Wonokromo Surabaya
Denny Caknan pun menceritakan sedikit tentang pembuatan lagu ini. Di mana album ini telah dibuat satu tahun yang lalu, bersama Soepardi, Bayu Onyonk, dan teman lainnya. Adapun 12 lagu dalam album ini merupakan cerita cinta yang memiliki kesinambungan, yakni adanya masalah-masalah kecil dalam sebuah hubungan. Hingga akhirnya harus kandas dan saling mengikhlaskan.
Lirik dan terjemahan lagu Wani Gelute – Denny Caknan
Dia bidadari
Yang harus ku jaga hingga akhir nafasku
Simpenen bondo dunyomu
(Simpanlah harta duniamu)
Ra perlu
(Tak perlu)
Bondo dunyo duk ukurane
(Harta dunia bukan ukurannya)
Yen mung kanggo ngerah atine
(Jika hanya untuk memikat hatinya)
Duwek kentalan mbok duweni
(Uang sekwintal kamu miliki)
Ra iso nggo nikung ati
(Tak bisa untuk menikung hati)
Heleh yen mung kowe tak pur siji
(Heleh jika hanya kamu ku voor satu)
Mlayuo banter tetep tak tututi
(Larilah kencang tetap ku buntuti)
Soal bondo kowe oleh menang
(Soal harta kamu boleh menang)
Soal tresno aku sing disayang
(Soal cinta aku yang disayang)
Pasangen kuda-kudamu
(Pasanglah kuda-kudamu)
Tokno kabeh kanuraganmu
(Keluarkan semua kekuatanmu)
Aku ora bakal mlayu
(Aku tak akan lari)
Wani gelute
(Berani bertengkarnya)
Yen kudu pisah ro dek e
(Jika harus berpisah dengan dirinya)
Ngemongku wes suwi
(Menemaniku sudah lama)
Ngrumat nganti nibo nangi
(Menjaga hingga jatuh bangun)
Wani gelute
(Berani bertengkarnya)
Bakal tak jogo selawase
(Akan ku jaga selamanya)
Saking gedene tresnoku
(Saking besarnya cintaku)
Macem macem aku musuhmu
(Macam macam aku lawanmu)
Bondo dunyo duk ukurane
(Harta dunia bukan ukurannya)
Yen mung kanggo ngerah atine
(Jika hanya untuk memikat hatinya)
Duwek kentalan mbok duweni
(Uang sekwintal kamu miliki)
Ra iso nggo nikung ati
(Tak bisa untuk menikung hati)
Heleh mung kowe
(Halah hanya kamu)
Nggur tangan kiwoku ngatasi
(Hanya tangan kiriku sanggup)
Bondo kowe menang
(Harta kami menang)
Aku seng disayang
(Aku yang disayang)
Pasangen kuda-kudamu
(Pasanglah kuda-kudamu)
Tokno kabeh kanuraganmu
(Keluarkan semua kekuatanmu)
Aku ora bakal mlayu
(Aku tak akan lari)
Wani gelute
(Berani bertengkarnya)
Yen kudu pisah ro dek e
(Jika harus berpisah dengan dirinya)
Ngemongku wes suwi
(Menemaniku sudah lama)
Ngrumat nganti nibo nangi
(Menjaga hingga jatuh bangun)
Wani gelute
(Berani bertengkarnya)
Bakal tak jogo selawase
(Akan ku jaga selamanya)
Saking gedene tresnoku
(Saking besarnya cintaku)
Macem macem aku musuhmu
(Macam macam aku lawanmu)
Wani gelute
(Berani bertengkarnya)
Yen kudu pisah ro dek e
(Jika harus berpisah dengan dirinya)
Ngemongku wes suwi
(Menemaniku sudah lama)
Ngrumat nganti nibo nangi
(Menjaga hingga jatuh bangun)
Wani gelute
(Berani bertengkarnya)
Bakal tak jogo selawase
(Akan ku jaga selamanya)
Saking gedene tresnoku
(Saking besarnya cintaku)
Macem macem aku musuhmu
(Macam macam aku lawanmu)
Dia bidadari
Yang harus ku jaga hingga akhir nafasku
Simpenen bondo dunyomu
(Simpanlah harta duniamu)
Ra perlu
(Tak perlu)
(fyi/ian)






