Magetan (beritajatim.com) – Jangan kaget dulu, karena ikan-ikan koi ini bisa masuk ke dalam makanan jenis dessert puding buatan warga Desa Sumber Sawit, Magetan.
Sekilas ikan-ikan koi tersebut masih hidup dan berenang di aquarium. Namun, perkiraan tersebut kurang benar. Koi tersebut hanyalah hiasan untuk memperindah puding.
Tidak seperti puding pada umumnya, sentuhan kreatif ini membuat hidangan penutup yang kini jadi favorit remaja ini semakin unik dan menarik untuk dinikmati.
Aroma manis memenuhi udara di Desa Sumber Sawit, karena sebanyak 16 warga setempat berhasil menyelesaikan pelatihan pembuatan kue milenial, yaitu jelly art puding koi, Senin (7/8/23).
Baca Juga: Rute Surabaya-Mojokerto, Transjatim Koridor II Dijadwalkan Diresmikan 19 Agustus 2023
Salah satu peserta, Farida, mengungkapkan bahwa bahan-bahan untuk membuat jelly art puding koi mudah didapatkan dan harganya terjangkau, sehingga memudahkan mereka untuk berkreasi.
“Kami memilih pelatihan pembuatan puding koi karena bahan-bahannya mudah didapatkan dan harganya terjangkau,” ungkapnya.

Sementara itu, Rose, warga Desa Sumber Sawit yang juga mengikuti pelatihan, menyatakan bahwa pemilihan tema puding koi, karena diharapkan bisa jadi ikon Kabupaten Magetan.
“Kami juga ikut membantu membranding ikan koi. Selain tampilan puding koi yang menarik, karena ada ikan koinya yang 3 dimensi,” tambahnya.
Baca Juga: Nasib Gedung Lama Disparbud Magetan Belum Dibahas
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Magetan, Arif Ridwan, menyatakan bahwa pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Ponorogo ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berwirausaha, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
Tak hanya pelatihan pembuatan puding koi, 16 warga Desa Sumber Sawit juga menerima pelatihan pembuatan kue dengan lebih dari 20 jenis kue.
“Ini adalah upaya untuk memanfaatkan keterampilan dan potensi sumber daya alam yang ada, guna meningkatkan perekonomian warga. Kami harap dari pelatihan ini, usaha pembuatan kue di Desa Sumber Sawit dapat berkembang.
“Selain itu, mereka juga mendapatkan sertifikat, sehingga akan sangat membantu jika mereka mencari pekerjaan, karena sudah memiliki modal sertifikat,” ungkap Arif.
Baca Juga: Ketua AKD Jombang Apresiasi Turnamen Bola Voli Putri se-Jatim di Watudakon
Acara pelatihan ini menjadi langkah maju bagi masyarakat Desa Sumber Sawit untuk berkreasi dan mengembangkan potensi di bidang kuliner.
“Jelly art puding koi menjadi bukti bahwa kreativitas dan semangat wirausaha dapat membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat,” imbuhnya.
Diharapkan, puding koi ini tidak hanya disukai di Magetan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata kuliner tingkat nasional. [red/ian]






