Iklan Banner Sukun
Ragam

5 Alasan Mengapa Film CODA Layak Menang Best Picture di Piala Oscar

Film CODA yang layak mendapat penghargaan Piala Oscar. (Tangkapan Layar Instagram @codamovie)

Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu yang jadi perhatian di ajang Piala Oscar tahun ini yaitu pemenang Best Picture yang dianugerahkan pada Coda. Coda sendiri merupakan singkatan dari Child of Deaf Adult. Film ini berkisah tentang hidup seorang anak bungsu di tengah-tengah semua anggota keluarganya yang Tuli.

Coda bukan hanya melibatkan langsung aktor Tuli dalam pembuatan, namun juga punya alur cerita dan karakter-karakter kuat. Berikut ini rangkuman mengapa film CODE layak jadi pemenang Best Picture Oscars 2022.

Representasi Kelompok Disabilitas

Oscar mendapat banyak kritik sebab dianggap terlalu ‚Äúputih” dan tidak beragam. Kemenangan Coda di Oscar jadi awal baik untuk mendorong lebih banyak lagi film yang mengangkat kelompok disabilitas.

Coda sendiri dibintangi pemeran utama dari komunitas tuli. Di samping itu, bahasa isyarat bukan sekadar ada sebagai ornamen di film. Bahasa isyarat juga hadir sebagai kekuatan.

Cerita Keluarga Tuli yang Menyentuh Tanpa Eksploitasi Kesedihan

CODA berkisah seorang anak perempuan bernama Ruby Rossi (Emilia Jones), satu-satunya anak yang tidak tuli di keluarganya. Bapak, ibu, dan kakak Ruby, tuli. Cerita ini dieksplorasi dari perspektif orang tuli.

Isu disabilitas yang biasanya mengeksploitasi kesedihan dibongkar film ini. Ceritanya tetap menyentuh, sekaligus membuka mata.

Keluarga Suportif dan Karakternya yang Kuat

Frank dan Jackie, orang tua Ruby diceritakan dengan sangat menyenangkan. Menjadi Tuli bukan halangan untuk jadi orang tua suportif, sangat vokal dengan isu-isu keluarga, dan benar-benar hadir dalam kehidupan sang buah hati.

Sahabat yang Tidak Menghakimi

Seperti pada film remaja lain, Coda juga mengangkat tema persahabatan kental. Tanpa ada drama yang menghakimi, saling dukung, dan mengerti satu sama lain membuat film ini begitu dekat dan hangat. Dari sana penonton dapat belajar seperti apa persahabatan yang benar-benar tulus.

Masyarakat diskriminatif!

Kendati Ruby punya keluarga dan sahabat yang suportif, bukan berarti ia dan keluarganya hidup bahagia dan diterima di masyarakat.

Hal itu terlihat dari Ruby yang kerap mendapat perundungan dari teman-temannya karena kondisi keluarganya tuli dan berprofesi sebagai nelayan.

Belum lagi Ruby membantu keluarganya berlayar setiap hari. Cemoohan seperti “bau ikan” sering ia dengar. Potret itu jadi gambaran bagaimana bias dan diskriminasi pada kelompok disabilitas masih kental di masyarakat.

CODA jadi pemenangan best picture merupakan tempat yang pantas sebab beberapa alasan tersebut. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar