Ringkasan Berita:
- Sebanyak 380 jemaah KBIHU Ar-Roudhoh YPM Darul Ulum Poncol Magetan mengikuti Tasyakuran Wisuda Haji di Makkah.
- Kegiatan dihadiri empat petugas kloter dan dua Petugas Haji Daerah (PHD).
- Ketua KBIHU Ar-Roudhoh Agus H. Habib Mustofa mengajak jemaah menjaga kemabruran melalui amal saleh dan akhlak mulia.
- Acara berlangsung penuh keakraban dengan doa bersama, jamuan khas Arab, dan sesi foto seluruh jemaah.
Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 380 jemaah haji KBIHU Ar-Roudhoh YPM Darul Ulum Poncol Magetan mengikuti Tasyakuran Wisuda Haji di Hotel Masjid 116, Makkah Al-Mukarramah, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang juga dihadiri empat petugas kloter dan dua Petugas Haji Daerah (PHD) itu menjadi momentum syukur sekaligus penguatan komitmen untuk menjaga kemabruran setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh haru menjelang kepulangan para jemaah ke Indonesia. Setelah berminggu-minggu menjalani rangkaian ibadah di Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina, ratusan jemaah kembali berkumpul dalam satu majelis syukur yang sarat makna spiritual.
Tasyakuran tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan menunaikan rukun Islam kelima sekaligus ungkapan kebahagiaan karena mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar.
Ketua KBIHU Ar-Roudhoh, Agus H. Habib Mustofa, SS., MM., mengatakan keberhasilan menjalankan ibadah haji merupakan nikmat besar yang harus dijaga dengan meningkatkan kualitas ibadah, amal saleh, serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari ini bukan hanya tentang selesainya perjalanan fisik menuju Baitullah. Ini adalah ungkapan syukur atas rahmat Allah yang telah memanggil, membimbing, menjaga, dan memudahkan langkah kita hingga mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Tidak semua orang mendapat kesempatan ini. Karena itu, nikmat ini harus disyukuri dan dijaga dengan amal saleh serta akhlak yang mulia,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Toev tersebut.
Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari para jemaah yang selama proses ibadah telah melalui berbagai pengalaman spiritual bersama. Kebersamaan yang terjalin selama berada di Tanah Suci terlihat semakin erat menjelang kepulangan mereka ke Indonesia.
Keakraban semakin terasa saat seluruh jemaah menikmati jamuan makan bersama dengan hidangan khas Arab yang disiapkan oleh Restoran Romancia. Dalam suasana santai, para jemaah saling berbagi pengalaman, cerita perjalanan, hingga kesan selama menjalankan ibadah haji.
Momen tersebut memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan yang terbentuk selama proses ibadah. Beragam latar belakang usia, profesi, dan daerah asal melebur dalam semangat ukhuwah Islamiyah yang tumbuh selama berada di Tanah Suci.
Bagi KBIHU Ar-Roudhoh, kebersamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan jemaah. Ibadah haji tidak hanya dipahami sebagai perjalanan spiritual individual, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas, kepedulian, dan persaudaraan sesama Muslim.
Acara juga diisi dengan sesi foto bersama seluruh jemaah dan masing-masing rombongan sebagai dokumentasi perjalanan spiritual yang telah dilalui selama menunaikan ibadah haji.
Selain menjadi ajang syukur, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan haji tidak berhenti saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Para jemaah diharapkan mampu menjaga nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air.
Para jemaah juga diharapkan menjadi teladan di lingkungan masing-masing melalui sikap jujur, kepedulian sosial, serta semangat mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menjelang berakhirnya acara, seluruh jemaah mengikuti doa dan munajat bersama. Mereka memohon agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah haji, mengampuni dosa-dosa yang telah lalu, menjaga kemabruran hingga akhir hayat, serta memberikan kesempatan untuk kembali mengunjungi Baitullah pada masa mendatang. [fiq/beq]






