Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah menyusun program unggulan Nawa Bhakti Satya dan 10 quick win atau program percepatan. Dari 10 quick win itu, di Kabupaten Bojonegoro di antaranya adalah membangun sekolah unggulan Taruna Pamong Praja, Selasa (4/3/2025).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sekolah unggulan ini merupakan salah satu quick win dari Pemprov Jatim. Sebuah inisiasi baru berupa sekolah taruna pamong praja, yang bekerjasama dengan IPDN.
Dengan dibukanya sekolah taruna pamong praja di Bojonegoro itu, maka, di Jawa Timur saat ini ada lima sekolah taruna.
“Dan Bojonegoro merupakan satu-satunya di Indonesia sebagai Matra Pamong Praja,” ujarnya saat meninjau sarana prasarana sekolah taruna pamong praja yang dulu SMA Negeri 2 Bojonegoro.
Khofifah menambahkan, lima sekolah taruna yang ada di Jawa Timur yakni di Malang yang bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut, di Kediri bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat, di Madiun bekerjasama dengan Kapolri, dan turunan dari SMAN Taruna Nala di Malang, Tarumadani di Bangil, Pasuruan.
“Harapan kami sekolah unggulan ini bisa menjadi episentrum kesiapan SDM yang berkualitas dan berdaya saing dunia,” imbuhnya.
Pembangunan sekolah-sekolah unggul tersebut merupakan Asta Cita keempat untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Kita ingin bahwa ada pemerataan sekolah-sekolah unggulan terutama yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim, sekarang kita mengembangkan di daerah Pantura ini, di Bojonegoro, dengan SMAN Taruna Pamong Praja,” terangnya.
Pendaftaran siswa di satuan pendidikan Matra ini mulai dibuka pada 15 Maret 2025 mendatang. Sistem pembelajaran yang dilakukan dengan boarding school. Saat ini, kesiapan gedung asrama sementara telah dibangun. Sembari menunggu proses tender untuk pembangunan asrama yang utama.
“Lulusan sekolah unggulan ini yang sudah, rata-rata 97 persen diterima di instansi sekolah dengan ikatan dinas, maupun perguruan tinggi negeri,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, kuota siswa yang dibuka untuk pendaftaran pertama ini sebanyak 200 siswa. Nomenklatur dari SMA Negeri 2 Bojonegoro itu kini juga sudah berganti menjadi SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur.
“Sarana prasarana saat telah kami persiapan,” ujarnya yang juga turut melakukan kunjungan ke Bojonegoro bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu. [lus/aje]






