Mojokerto (beritajatim.com) – Suasana berbeda tampak menghiasi sejumlah ruas jalan di pinggiran Kota dan Kabupaten Mojokerto, Jumat (27/6/2025). Sejumlah pekerja sektor informal seperti tukang becak, pengemudi ojek online, dan juru parkir tersenyum sumringah menerima nasi kotak dari para wartawan dan relawan sosial.
Kegiatan bertajuk PWI Mojokerto Berbagi ini merupakan bagian dari agenda rutin Jumat Berkah yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto. Dalam aksi kali ini, PWI Mojokerto menggandeng Warung Berkah Sahabat Yatim Duafa (SYD) Mojokerto untuk menyalurkan bantuan berupa 200 nasi kotak lengkap dengan buah dan minuman.
Sasaran kegiatan adalah mereka yang menggantungkan hidup dari kerja harian di jalanan. Rute pembagian dimulai dari Sekretariat PWI Mojokerto Raya di Jalan Raya Pekayon, Kecamatan Kranggan, kemudian menyusuri sejumlah jalan protokol di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto. Titik-titik yang disasar antara lain Jalan Majapahit, Jalan Brawijaya, Kecamatan Kranggan, Jalan Surodinawan di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, hingga Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Jayanegara, dan Jalan Raden Wijaya di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Ketua PWI Mojokerto, Aminuddin Ilham, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga upaya membangun empati terhadap para pejuang nafkah harian.
“Mereka ini pejuang nafkah yang bekerja di bawah terik dan hujan demi keluarga. Ini bentuk penghargaan kecil kami untuk mereka,” ujarnya.
Wartawan JTV ini juga berharap aksi sederhana seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turun langsung menyapa dan membantu masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
Senada, Koordinator Warung Berkah SYD Mojokerto, Basuki Mu’arifin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin komunitasnya yang biasanya dilakukan setiap Minggu di Lapangan Canggu, Jetis. Namun kali ini dimajukan karena adanya agenda lain di akhir pekan.
“Kami ubah formatnya dari prasmanan menjadi box, agar lebih praktis dibagikan ke pekerja jalanan. Alhamdulillah bisa berkolaborasi dengan teman-teman wartawan, dalam hal ini PWI Mojokerto, jadi manfaatnya bisa lebih luas. Insya Allah setiap minggu tetap berjalan dan kolaborasi dengan PWI Mojokerto akan terus digalakkan,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi jembatan rasa antara masyarakat umum dan para pekerja jalanan yang kerap terpinggirkan. Melalui aksi ini, PWI Mojokerto dan SYD Mojokerto membuktikan bahwa kebaikan tidak selalu harus datang dari mereka yang berlebih. Cukup dengan niat tulus, empati bisa menyentuh hati siapa pun langsung dari jalanan Mojokerto.
Sebagai informasi, Sahabat Yatim Duafa (SYD) Mojokerto adalah komunitas sosial yang bergerak di bidang kemanusiaan dan pendidikan. Fokus utamanya adalah membantu anak-anak yatim, piatu, dan masyarakat duafa. Program unggulan mereka, Warung Berkah, digelar setiap Minggu pagi di Lapangan Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, dan sering dilakukan secara kolaboratif bersama komunitas, instansi, serta organisasi profesi seperti PWI Mojokerto. [tin/beq]






