Surabaya (beritajatim.com) – Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) memuji pola manajemen talenta murid yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Langkah ini dinilai efektif dalam menyaring serta membina siswa berprestasi dari daerah hingga level nasional.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai memulai tahapan Ajang Talenta Prestasi 2026 di Airlangga Convention Center (ACC), Sabtu (4/4/2026). Program ini menyasar siswa mulai jenjang SD hingga SMK dan SLB.
Aries menyebut sebanyak 29 ribu lulusan SMA asal Jatim lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Capaian tersebut menempatkan provinsi ini di posisi teratas secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut.
Aries menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata apresiasi terhadap kerja keras para siswa di bidang atletik hingga seni. Hal ini sejalan dengan arahan pimpinan daerah untuk mendata seluruh jejak prestasi.
“Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) selalu menyampaikan bahwa Pak Aries jangan sampai kita meninggalkan jejak terkait dengan prestasi-prestasi yang dimiliki oleh murid-murid kita se-Jatim,” kata Aries.
Ia berharap seluruh siswa merasa dihargai oleh pemerintah daerah atas capaian mereka. Skema pembinaan ini diharapkan membantu siswa mendapatkan akses pendidikan lanjutan yang lebih baik di kampus negeri.
“Apa yang diinginkan adalah bahwa murid-murid kita ini biar rasa dihargai oleh pemerintah daerah, bahwa ternyata dengan prestasi yang mereka miliki seimbang dan mendapatkan prestasi lanjutan,” ujarnya.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono menilai Jatim sangat matang dalam melakukan persiapan di setiap ajang lomba. Dukungan penuh dari daerah membuat kebijakan manajemen talenta ini berjalan maksimal.
Irene menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan bakat sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah. Tanpa dukungan tersebut, program pengembangan siswa hanya akan berakhir sebagai sebuah dokumen kebijakan di atas kertas.
“Manajemen talenta murid ini apabila tidak didukung penuh oleh daerah, maka manajemen talenta murid ini tentu saja akan hanya menjadi suatu kebijakan,” tutur Irene.
Ia juga melihat proses rekrutmen hingga seleksi di Jatim dilakukan secara terukur. Puspresnas berharap sistem ini mampu melahirkan perwakilan provinsi yang tangguh untuk bersaing pada level yang lebih tinggi.
“Untuk Jawa Timur sendiri, terbukti tadi sejak masa perekrutan, masa seleksi, penyiapan seleksi di daerah sampai dengan tingkat nasional dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. [ipl/kun]






