Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah petani di Pamekasan, terpaksa harus menjerit karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi di pasaran.
Bahkan mereka juga rela mengeluarkan ongkos lebih besar untuk membeli pupuk non subsidi yang harganya relatif tinggi dibanding pupuk subsidi.
“Saat ini keberadaan pupuk subsidi kembali langka, terbukti dengan sulitnya kami mendapatkan pupuk subsidi ini. Termasuk hingga kami mencari ke sejumlah kios di luar desa,” kata salah satu petani asal Kecamatan Waru, Abd Hamid, Kamis (20/10/2022).
Tidak hanya kelangkaan pupuk subsidi seberat 50 kilogram (kg), tetapi juga berlaku untuk pupuk eceran yang biasa diecer di sejumlah kios. “Intinya bukan hanya langka, tetapi justru tidak ada sama sekali,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pupuk-subsidi”]
“Sebenarnya ada beberapa jenis pupuk di pasaran, itupun hanya jenis Ponska. Sementara untuk jenis pupuk SP 36 juga relatif sulit, hanya saja untuk jenis Urea justru tidak ada sama sekali, termasuk untuk eceran,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga hingga saat ini juga belum mendapat kepastian soal kelangkaan pupuk subsidi. Sehingga pihaknya sangat berharap agar pemerintah daerah turun tangan untuk mengatasi persoalan yang sangat meresahkan para petani.
“Kami rasa hal ini tidak hanya kami yang merasakan, kami yakin para petani lain juga demikian. Semoga pemerintah segera memberi solusi, apalagi di tengah kelangkaan pupuk para petani juga dipusingkan dengan kelangkaan dan kenaikan harga BBM,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan, Ajib Abdullah belum memberikan keterangan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi. Termasuk saat dikonfirmasi melalui telepon, sebab nomor yang bersangkutan bernada tidak aktif. [pin/kun]






