Ringkasan Berita
PT Sinergi Gula Nusantara meninjau enam titik KDKMP di Kabupaten Kediri pada Kamis (15/10/2026).
Peninjauan mencakup stok barang, sarana distribusi, dan perkembangan transaksi koperasi.
Direktur Hubungan Kelembagaan PT SGN M. Fakhrur Rozi menyoroti potensi distribusi gula melalui koperasi.
Pemkab Kediri menyebut 308 dari total 343 KDKMP telah beroperasi.
Kediri (beritajatim.com) – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) meninjau enam titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kediri, pada Kamis (15/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan operasional koperasi sekaligus melihat peluang distribusi kebutuhan pokok, termasuk gula produksi perusahaan.
Tim melakukan peninjauan di Desa Tiru Kidul dan melanjutkan kunjungan ke Desa Besuk, Kecamatan Gurah. Kegiatan ini turut dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Erwin Dwiyana, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, serta perwakilan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan memeriksa ketersediaan stok barang, sarana distribusi, dan perkembangan transaksi koperasi. Peninjauan juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi peluang agar KDKMP semakin optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat desa.
Direktur Hubungan Kelembagaan PT SGN, M. Fakhrur Rozi, mengatakan produksi gula merupakan bagian dari usaha di lingkungan PTPN. Kabupaten Kediri sendiri memiliki tiga pabrik gula yang mendukung aktivitas industri gula di daerah tersebut.
“Kebetulan produksi gulanya adalah salah satu anak usahanya PTPN. Di Kediri sini juga ada tiga pabrik,” ujar Rozi, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, keberadaan industri gula di Kediri menjadi salah satu potensi yang dapat dikaitkan dengan penguatan ketersediaan komoditas di tengah masyarakat. Melalui KDKMP, distribusi gula diharapkan dapat menjangkau konsumen secara lebih dekat.
SGN Soroti Harga Gula dan Peluang Distribusi
Dalam peninjauan tersebut, Rozi turut menyinggung harga gula yang ditemuinya di pasaran. Ia menyebut harga gula di sejumlah tempat berada pada kisaran Rp18.000 hingga Rp19.000.
“Walaupun di luar saya lihat ada gula sudah Rp18.000 sampai Rp19.000,” katanya.
Meski demikian, skema penyaluran gula produksi SGN melalui KDKMP serta harga jual yang akan diterapkan belum dijelaskan secara terperinci. Karena itu, potensi distribusi melalui koperasi masih perlu ditindaklanjuti dengan kepastian pasokan, mekanisme penjualan, dan harga yang dapat dijangkau masyarakat.
Ketersediaan barang dengan harga kompetitif menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong masyarakat berbelanja melalui koperasi desa. Selain memastikan stok, pengelola koperasi juga perlu menjaga kelancaran distribusi dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan warga.
KDKMP Diharapkan Memperpendek Rantai Pasok
Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Erwin Dwiyana, mengatakan KDKMP perlu terus diperkuat agar dapat memperpendek rantai pasok dan membantu masyarakat memperoleh barang dengan harga lebih terjangkau.
Menurutnya, keberadaan koperasi juga perlu dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
“Dengan memotong rantai pasok ini, harganya bisa lebih murah. Harapan kita masyarakat dan petani bisa mengakses, membeli lebih murah,” ujar Erwin.
Pemendekan rantai distribusi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi konsumen sekaligus membuka peluang pemasaran bagi produsen dan pelaku usaha di desa. Namun, efektivitasnya bergantung pada ketersediaan barang, biaya distribusi, pengelolaan koperasi, serta harga jual yang diterapkan.
Karena itu, penguatan operasional KDKMP tidak hanya menyangkut kesiapan bangunan dan sarana penjualan, tetapi juga kemampuan pengelola menjaga ketersediaan stok serta membangun transaksi yang berkelanjutan.
Pemkab Kediri: 308 KDKMP Sudah Beroperasi
Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyebut sebanyak 308 dari total 343 KDKMP yang telah berdiri di Kabupaten Kediri sudah beroperasi.
Pemerintah daerah berharap koperasi semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat, baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun sebagai tempat pemasaran produk lokal.
“Pesan untuk masyarakat, belanja lebih dekat, lebih murah di KDKMP di desanya masing-masing,” pungkas Dewi, yang akrab disapa Mbak Dewi.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar KDKMP yang disebut telah berdiri sudah mulai beroperasi. Meski begitu, keberlanjutan usaha dan manfaat ekonominya tetap perlu dilihat dari perkembangan transaksi, ketersediaan produk, serta tingkat pemanfaatan oleh masyarakat.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, BUMN, dan pengelola koperasi, KDKMP diharapkan dapat berkembang menjadi saluran distribusi kebutuhan pokok sekaligus ruang pemasaran bagi produk UMKM desa.
Peninjauan enam titik koperasi oleh PT SGN menjadi salah satu langkah untuk melihat kondisi operasional di lapangan dan mengidentifikasi peluang penguatan distribusi, termasuk komoditas gula. Keberhasilan upaya tersebut akan bergantung pada tindak lanjut kerja sama serta kemampuan koperasi menyediakan produk yang dibutuhkan masyarakat dengan harga yang kompetitif. [nm/but]






