Kediri (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) Februari 2026 sebesar 0,87 persen. Angka ini lebih rendah dibanding Jawa Timur sebesar 0,95 persen, namun lebih tinggi dari inflasi nasional yang tercatat 0,68 persen.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri, Emil Wahyudiono, dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis secara daring, Senin (2/3/2026), menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Emil menjelaskan sejumlah peristiwa pada Februari turut memengaruhi fluktuasi harga. Di antaranya penyesuaian harga BBM non-subsidi per 1 Februari 2026, kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah akibat keterbatasan pasokan karena cuaca ekstrem, serta meningkatnya harga daging ayam ras dan telur ayam ras karena tingginya permintaan menjelang puasa.
Sebaliknya, tarif angkutan udara mengalami penurunan setelah sempat melonjak pada Desember 2025. Sementara harga emas perhiasan masih tinggi dipengaruhi kondisi ekonomi global dan konflik geopolitik.
Secara rinci, komoditas penyumbang inflasi m-to-m Kota Kediri terbesar adalah cabai rawit dengan andil 0,32 persen, disusul daging ayam ras 0,17 persen, emas perhiasan 0,16 persen, telur ayam ras 0,06 persen, bawang merah 0,05 persen, cabai merah 0,04 persen, pisang, semangka, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) masing-masing 0,03 persen, serta beras 0,02 persen.
Sementara komoditas penahan inflasi antara lain bensin dengan deflasi -0,05 persen, kelapa -0,02 persen, serta minyak goreng, kangkung, angkutan udara, jeruk, alpukat, kembang kol, wortel, dan apel masing-masing -0,01 persen.
Menghadapi potensi lonjakan harga pada Maret hingga Idulfitri, BPS Kota Kediri mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan komoditas strategis.
“Perlu diperhatikan ketersediaan beberapa komoditas: beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan komoditas bahan pangan lainnya selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Biasanya akan terjadi kenaikan permintaan pada momen ini,” jelas Emil.
Ia juga mewaspadai kemungkinan penyesuaian harga BBM akibat dinamika geopolitik global yang dapat berdampak pada harga emas dan tarif transportasi umum saat mudik Lebaran.
Di sisi lain, Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri yang juga Kepala Bagian Administrasi Perekonomian, Bambang Tri Lasmono, menyatakan kenaikan harga cabai rawit saat ini dipicu faktor cuaca.
Untuk pengendalian inflasi selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, TPID Kota Kediri menggelar High Level Meeting (HLM) yang dipimpin langsung Wali Kota Kediri guna merumuskan langkah strategis, termasuk intervensi harga melalui Gerakan Pangan Murah di pasar-pasar.
“Hal ini diharapkan sebagai upaya intervensi agar dapat menstabilkan harga komoditas sehingga inflasi Kota Kediri terkendali,” pungkasnya.
TPID juga mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying menjelang Idulfitri, mengingat pola konsumsi cenderung meningkat pada periode tersebut. [nm/beq]






