Ringkasan Berita
- Sebanyak 1.306 atlet mengikuti Kejurprov Wushu Jawa Timur dan Open Nasional Piala Wali Kota Kediri 2026.
- Kejuaraan berlangsung di GOR Jayabaya, Kota Kediri, dengan mempertandingkan nomor Taolu dan Sanda.
- Wali Kota Vinanda Prameswati berharap ajang ini menjadi wadah pembinaan kemampuan dan karakter atlet muda.
- Wushu Kota Kediri meraih posisi juara umum kedua pada Porprov Jatim 2025 berdasarkan keterangan Pengkot Wushu.
Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 1.306 atlet mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur Piala Ketua Umum Pengprov Wushu Jatim 2026 dan Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional Piala Wali Kota Kediri 2026. Ajang yang digelar di GOR Jayabaya, Kota Kediri, ini menjadi sarana pembinaan sekaligus penjaringan atlet berprestasi dari tingkat daerah hingga nasional.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, kesempatan menjadi tuan rumah kembali merupakan kebanggaan bagi Pemerintah Kota Kediri. Ia berharap kejuaraan tersebut dapat memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan di cabang olahraga wushu.
“Kami berharap dengan adanya kejuaraan ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk terus meningkatkan potensinya di cabang wushu,” kata Vinanda.
Menurutnya, kejuaraan tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah pembinaan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemampuan atlet melalui kompetisi yang terukur.
“Ini bisa menjadi wadah untuk pembinaan karakter anak-anak, pengembangan karakter sekaligus meningkatkan kemampuan atlet wushu,” ujarnya.
Vinanda berharap para atlet mampu meningkatkan prestasi secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi dan nasional hingga menembus kompetisi internasional.
“Bukan hanya bisa menjadi atlet di tingkat provinsi atau nasional, tetapi nanti anak-anak juga bisa meraih prestasi di tingkat internasional seperti yang ditunjukkan oleh senior-seniornya,” tuturnya.

Pertandingkan Nomor Taolu dan Sanda
Wakil Ketua Harian Pengkot Wushu Kota Kediri, Dedi Setiawan Priambodo, menjelaskan bahwa kejuaraan tersebut mempertandingkan dua nomor utama, yakni Taolu dan Sanda.
Taolu merupakan nomor yang menampilkan rangkaian gerakan dan teknik wushu, sedangkan Sanda merupakan nomor pertarungan yang menguji kemampuan teknik bertanding atlet.
Pada nomor Taolu, terdapat sejumlah kategori, termasuk Kung Fu dan Wing Chun, dengan sekitar 27 nomor pertandingan. Sementara itu, nomor Sanda mempertandingkan kelas berat mulai 45 kilogram hingga 60 kilogram untuk putri dan 45 kilogram hingga 75 kilogram untuk putra.
Peserta Kejurprov berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Adapun Open Nasional Piala Wali Kota Kediri diikuti atlet dari sejumlah wilayah di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.
“Total jumlah atlet menjadi yang terbesar selama Kejurprov, yakni 1.306 atlet. Itu yang Kejurprov dan ada Open Nasional Piala Wali Kota Kediri,” jelas Dedi.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya partisipasi atlet dalam kejuaraan tersebut. Selain menjadi arena kompetisi, ajang ini memberikan kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan memperluas jam terbang.
Wushu Kota Kediri Andalkan Prestasi Porprov
Dedi menambahkan, wushu menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Kota Kediri. Hal itu terlihat dari capaian kontingen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Berdasarkan keterangannya, Wushu Kota Kediri menempati posisi juara umum kedua. Pada nomor Sanda, atlet Kota Kediri meraih satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Sementara pada nomor Taolu, mereka menyumbangkan satu medali perunggu.
Capaian tersebut menjadi modal bagi pembinaan atlet berikutnya. Melalui kompetisi tingkat provinsi dan nasional, atlet diharapkan dapat meningkatkan teknik, konsistensi, serta kesiapan menghadapi kejuaraan dengan tingkat persaingan lebih tinggi.
Kejurprov Wushu Jawa Timur dan Open Nasional Piala Wali Kota Kediri 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat ekosistem pembinaan olahraga di daerah. Dukungan pemerintah, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi atlet.
Dengan partisipasi 1.306 atlet, kejuaraan ini menjadi salah satu momentum untuk memperluas kesempatan bertanding sekaligus mempersiapkan talenta muda menuju kompetisi yang lebih tinggi. [nm/ian]






