Jakarta (beritajatim.com) – PSSI berharap proses naturalisasi dua pemain keturunan, Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans, bisa rampung pekan ini. Keduanya diharapkan segera menjalani sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) agar bisa memperkuat Timnas senior Indonesia pada laga FIFA Match Day September mendatang.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa surat rekomendasi naturalisasi untuk Mauro dan Miliano telah dikirim Ketua DPR RI, Puan Maharani kepada Sekretariat Negara.
Surat tersebut menjadi syarat agar Keputusan Presiden (Keppres) bisa segera diterbitkan untuk pelaksanaan sumpah WNI.
Ia pun berharap proses administrasi berjalan lancar sehingga pengambilan sumpah bisa dilakukan dalam satu atau dua hari ke depan.
Jika prosesnya tuntas sesuai jadwal, Mauro dan Miliano diharapkan bisa tampil bersama skuad Garuda saat menghadapi Taiwan pada 5 September dan Lebanon pada 8 September di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
“Kita berharap mereka bisa memperkuat Timnas dalam dua laga uji coba nanti,” lanjut Erick.
Sebelumnya, Mauro Zijlstra sempat direncanakan untuk memperkuat timnas U-23 dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 3-9 September.
Namun, karena proses naturalisasi belum selesai dan pendaftaran pemain telah ditutup H-10, Mauro batal masuk skuad U-23 asuhan Gerald Vanenburg.
Sebagai gantinya, Mauro akan dicoba untuk bergabung dengan Timnas senior. PSSI masih memiliki waktu hingga 2-3 hari sebelum pertandingan untuk mendaftarkan pemain ke dalam skuad laga persahabatan tersebut. Ini menjadi peluang bagi Mauro untuk melakukan “trial” bersama tim utama.
“Kalau friendly match, pendaftaran masih bisa dilakukan 2-3 hari sebelum pertandingan. Tapi kalau seperti U-23, harus 10 hari sebelumnya. Jadi, Mauro tidak bisa didaftarkan ke U-23,” jelas Erick.
“Makanya dia akan diberi kesempatan trial bersama Timnas senior. Apalagi posisinya sebagai striker sangat dibutuhkan, apalagi setelah Ole Romeny mengalami cedera,” tutupnya. (faw/ian)






