Surabaya (beritajatim.com) – Psikolog Universitas Surabaya (Ubaya) Dr Monique Elizabeth Sukamto membeberkan sejumlah gejala burnout sekaligus pertolongan pertama untuk mengatasinya.
Diketahui, burnout merupakan stres yang dialami ketika seseorang menghadapi suatu pekerjaan yang membuatnya merasa kehabisan tenaga, kewalahan, atau tidak berdaya. Kondisi itu ditandai dengan adanya kelelahan fisik, mental, dan emosi. Burnout dapat dialami oleh siapapun, baik itu orang yang bekerja di luar rumah maupun ibu rumah tangga.
Monique mengatakan, gejala awal yang dapat diketahui yakni adanya kelelahan luar biasa dalam menjalankan peran. Kelelahan ini akibat dari banyaknya tuntutan yang tidak seimbang dengan sumber daya yang dimiliki. Alhasil, pekerjaan seolah tidak kunjung terselesaikan.
“Biasanya ciri-cirinya kalau bangun pagi rasanya sudah capek. Kemudian cepat lelah secara emosional,” ujar Monique, ditulis Senin (11/9/2023).
BACA JUGA:
Ini Solusi Psikolog UMM saat Stres Berat dan Depresi, Jangan Lakukan Self Diagnosis
Menurutnya, lelah secara emosional membuat seseorang pada akhirnya menjaga jarak emosional terhadap orang di sekitarnya. Hal ini ditandai dengan kurangnya rasa ingin terlibat dan kurang memiliki gairah dalam bekerja. Sehingga, pada akhirnya interaksi terbatas pada aspek fungsional dan mengabaikan aspek emosional. Dari situlah kemudian memunculkan rasa ketidakpuasan dalam menjalankan tugas.
Ada sejumlah cara mengatasi burnout. Pertama, menjalin komunikasi dengan orang yang tepat dan bisa membantu. “Selain itu, jadilah orang yang good enough bukan perfect. Poinnya adalah kita berusaha melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan itu sudah cukup,” kata Monique.
Monique menambahkan, menjaga kualitas tidur dan melakukan perawatan diri juga perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan emosi. Seperti masalah psikologis lain, burnout juga memiliki tingkat keparahannya.

Jika burnout sampai menyebabkan seseorang mengalami gejala depresi, seperti kerap murung hingga merasa tidak berharga, maka diperlukan bantuan psikolog atau psikiater untuk mendampingi.
Namun, jika burnout tergolong ringan, bisa diatasi dengan melakukan langkah-langkah di atas. Pada intinya, kata Monique, untuk pertolongan pertama saat burnout, harus memiliki kemampuan mengelola waktu dengan baik. “Namun di samping itu, waktu untuk memperhatikan diri sendiri (me time, red) juga diperlukan agar tetap bisa menjalani kesibukan dengan enjoy,” tandas Monique. [ipl/suf]






