Paris (beritajatim.com) – Paris Saint-Germain menjadi satu-satunya klub Eropa yang masih berpeluang menyapu bersih semua gelar musim ini. Setelah memastikan diri lolos ke final Liga Champions, PSG telah mengamankan dua gelar domestik: Trophee des Champions dan Ligue 1.
Target quadruple mereka kini bergantung pada hasil empat laga tersisa. Dua laga Ligue 1 kontra Montpellier HSC (11 Mei) dan AJ Auxerre (18 Mei) akan jadi pemanasan sebelum dua laga final krusial. PSG akan menghadapi Stade Reims di final Coupe de France pada 25 Mei, lalu bertemu Inter Milan dalam partai puncak Liga Champions pada 1 Juni.
Pelatih Luis Enrique kemungkinan akan melakukan rotasi besar-besaran dalam dua pertandingan Ligue 1 terakhir. Strategi ini diambil untuk menjaga kondisi fisik para pemain inti agar tetap prima dan terhindar dari cedera jelang dua laga final.
Jika sukses menjuarai Coupe de France dan Liga Champions, maka PSG akan mencetak sejarah baru dengan meraih empat gelar dalam satu musim, atau quadruple. Pencapaian ini akan melebihi musim terbaik mereka sebelumnya yang hanya menyapu bersih trofi domestik pada musim 2023–2024, 2019–2020, 2017–2018, 2015–2016, dan 2014–2015.
“Sejak hari pertama aku melatih di sini, tujuan utama adalah mencetak sejarah baru. Setelah itu, hasrat untuk selalu juara pasti akan terbentuk dengan sendirinya,” ujar Enrique, dikutip dari Sky Sports. [dio/beq]






