Jember (beritajatim.com) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Timur bersiap menghadapi kemungkinan resesi ekonomi tahun depan. Namun Hipmi percaya, masih akan ada peluang untuk bertahan dan maju.
Hipmi belajar dari pandemi Covid selama dua tahun. Selama masa pandemi Covid-19, lebih dari 50 persen anggota Hipmi Jatim yang terpukul, terutama bidang UMKM. “Jumlah anggota Hipmi Jatim kurang lebih lima ribu anggota. Jadi kurang lebih tiga ribu anggota terdampak. Jika kita ngomong satu anggota saja punya 10-15 karyawan, artinya 30-45 ribu karyawan terdampak,” kata Wakil Ketua Hipmi Jatim Ahmad Salim,
Lepas dari pandemi Covid-19, Hipmi Jatim bersiap menghadapi ancaman krisis ekonomi tahun depan. “Jujur kami khawatir terhadap kondisi tahun depan. Perang Rusia dan Ukraina belum berakhir, ada inflasi cukup tinggi karena dampak Covid. Tapi kami harus tetap optimistis bagaimana melihat peluang jika mungkin terjadi resesi. Kami melihat tahun 2023 insya Allah terang, karena di kegelapan kami yakin ada terang di situ,” kata Salim, usai pembukaan Musyawarah Cabang Hipmi Kabupaten Jember, di Hotel Java Lotus, Kamis (15/12/2022).
Apalagi saat ini UMKM mulai menggeliat. “Kita bisa melihat tahun ini sudah mulai terlihat kondisi bisa kembali sebelum pandemi. Tapi kami tetap memperjuagkan UMKM agar lebih produktif, lebih aktif, dan bisa menunjang kegiatan ekonomi di Jawa Timur,” kata Salim.
[berita-terkait number=”3″ tag=”hipmi”]
Hipmi selalu berkomunikasi dengan Pemerintah P:rovinsi Jatim dan pemerintah kabupaten maupun kota untuk meminta perhatian terhadap UMKM. “Kami minta UMKM ini mendapatkan insentif atau perhatian lebih dari pemerntah,” kata Salim.
Hipmi sendiri membuat platform ‘Hipmi Circle’ untuk membangkitkan pelaku usaha mikro kecil menengah yang berusaha bangkit setelah pandemi Covid-19 usai. “Hipmi Circle ini selain proses perekrutan anggota Hipmi di Jawa Timur, juga seperti market place. Teman-teman bisa berjualan langsung di situ dan bisa berpromosi. Ini salah satu kiat kami untuk membantu dan mendongkrak pemasaran teman-teman UMKM,” kata Edra Brahmantya Susilo, Sekretaris Umum Hipmi Jatim.
Hipmi juga menjadi mitra Pemerintah Provinsi Jatim untuk melakukan misi dagang dengan provinsi lain. “Ini bisa dimanfaatkan teman-teman untuk mengoptimalkan pemasaran produknya lintas provinsi,” kata Edra.
Ahmad Salim menyebut Hipmi Circle adalah wujud konkret bagi UMKM untuk bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi. “Tentunya juga bisa saling mewujudkan bisnis,” katanya. [wir/suf]






