Sampang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Sampang terus melangkah maju dalam merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan selesai pada tahun 2025. Sekolah ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, dan mulai menerima peserta didik baru pada 2026.
Kepala Dinas Sosial Sampang, Edi Subianto, menyampaikan bahwa sekolah ini akan menampung siswa dari seluruh 14 kecamatan yang ada di Sampang. Sistem seleksi dirancang ketat agar sasaran program benar-benar tepat.
“Sekolah rakyat ini akan menampung siswa dari 14 kecamatan, dengan sistem seleksi ketat,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Edi menjelaskan bahwa siswa akan tinggal di asrama, sehingga kesiapan dan komitmen orang tua menjadi syarat penting dalam pelaksanaan program. “Nantinya disediakan fasilitas ruang belajar, asrama, laboratorium, hingga dapur umum,” tambahnya.
Saat ini, progres pembangunan telah memasuki tahap survei lokasi. Kementerian Pekerjaan Umum sudah melakukan survei awal, dan dilanjutkan dengan survei lanjutan oleh pihak ketiga yang ditunjuk langsung oleh kementerian.
Pemerintah daerah juga sedang menuntaskan proses administrasi dan memastikan legalitas lahan yang akan digunakan benar-benar bebas dari sengketa. “Sekolah Rakyat ini dibangun di atas lahan seluas 10 hektare yang berlokasi di Desa Sejati dan Desa Batu Karang, Kecamatan Camplong,” pungkasnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Sampang diharapkan menjadi langkah konkret dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, serta memperkuat komitmen daerah dalam pembangunan sumber daya manusia. [sar/beq]






