Pamekasan (beritajatim.com) – Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr H Suyitno menyampaikan jika status dosen sebagai salah satu ruh penting dalam sebuah Perguruan Tinggi
Hal tersebut disampaikan saat dirinya memberikan motivasi dalam Pembinaan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para dosen di lingkungan IAI Al-Khairat Pamekasan, Selasa (23/8/2022).
“Untuk pertama kalinya kami diundang secara langsung ke kampus IAI Al-Khairat Pamekasan, ternyata lokasinya sangat strategis, di pinggir jalan utama. Ini salah satu modal dari sisi fasilitas dan harus diimbangi dengan kinerja dosen,” kata Prof Dr Suyitno.
Pihaknya menilai dosen merupakan salah satu elemen penting dalam sebuah Perguruan Tinggi. “Ibarat badan, dosen merupakan jiwa dari kampus, raga tidak akan berarti apa-apa jika jiwa tidak hidup. Dan dosen ini adalah jiwa dari kampus,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”iai-al-khairat”]
“Bagaimana caranya hidup, ditandai dengan dinamika kampus. Dosen sesungguhnya adalah persoalan research dan pengabdian. Setiap tahun kemendikti memberikan sarana research melalui atensi Litabdimas, research dan PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) harus menjadi ruh dari dosen,” sambung Prof Suyitno.
Bahkan dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau para dosen agar menguasakan membuat small group untuk saling asah memecahkan sebuah persoalan dengan cara kolaboratif. “Hal ini bisa dijadikan sebagai ajang ilmu, misalnya ada dosen yang kuat dalam bidang metodologi dan lemah dalam materi. Sehingga sangat penting untuk kolaborasi,” jelasnya.
“Terlebih hasil research juga akan menjadi pengetahuan baru yang dapat dibagi kepada mahasiswa, sekaligus dapat menjadi bahan artikel bagi para dosen yang aktif melakukan research dan selalu aktif melakukan pendampingan. Apalagi keilmuan yang didapat juga up to date dan dapat menjadi penguatan di bidang akademik,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”iai-al-khairat”]
Selain itu, pihaknya juga selalu mengupayakan bantuan penelitian bagi para dosen dan yang terbaik akan terpilih. “Untuk research ibu harus disiapkan secara matang dan maksimal, bukan justru hanya bimsalabim. Lakukan (penelitian) di internal kalau bisa menghadirkan pembanding,” tegasnya.
“Usahakan jangan jadi dosen minimalis, tatapi harus menjadi dosen maksimalis. Sudah terlanjur masuk ke dunia akademik, harus dimaksimalkan. Kalau dosen tidak berkontribusi, kasihan lembaga. Sebaliknya, jika dosennya semangat, lembaga juga akan tampak luar biasa,” imbuhnya.
Dari itu, pihak kementrian juga sudah menyiapkan peluang yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Melalui kesempatan ini, kami ingin memberikan informasi, motivasi sekaligus memberikan isi agar para dosen bergairah untuk memberikan yang terbaik bagi lembaga. Semoga semakin maju sesuai dengan yang diharapkan bersama,” pungkasnya. [pin/ted]






