Jember (beritajatim.com) – Panen uji demonstration plot (demplot) semangka Petrokimia Gresik di kawasan Tapal Kuda menunjukkan peningkatan produktivitas dibandingkan panen sebelumnya di tengah cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi.
Jika pada panen sebelumnya mencapai 47 ton per hektare, kali ini mencapai 63 ton per hektare. Sementara pada demplot di Banyuwangi, tingkat kemanisan semangka mencapai 12 brix, lebih tinggi dari standar manis semangka yang umumnya berada di angka 10 brix.
Masa polinasi juga lebih cepat, yakni dua sampai lima hari hari lebih singkat dari biasanya, serta menghasilkan buah yang lebih padat dan tidak kopong. Produktivitas semangka juga mengalami peningkatan hingga 34 persen.
Petrokimia Gresik menggunakan Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, Phonska Cair, dan lainnya dalam budidaya demplot ini. “Kami berharap keberhasilan demplot ini dapat diduplikasi oleh petani semangka di wilayah Tapal Kuda,” kata Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, , dalam acara “Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Pestani Tapal Kuda” di Jember, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026).
Adityo ingin petani dapat merasakan langsung manfaat produk unggulan Petrokimia Gresik dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Para petani Tapal Kuda ini umumnya menjual semangka di Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung. Sementara untuk semangka ukuran kecil, kisaran berat dua hingga tiga kilogram dijual ke Bali. “Dengan hasil yang maksimal, pendapatan petani di momen Ramadan ini tentu semakin besar lagi,” kata Adityo.
Tingginya permintaan semangka pada Ramadan bertepatan dengan musim hujan yang menyebabkan di berbagai daerah mengalami gagal panen. Jadi selain membuat demoplot, Petrokimia menggelar lomba untuk mendorong peningkatan produktivitas semangka meski di tengah cuaca ekstrem atau musim hujan.
Lomba itu menjadi medium untuk mendampingi petani dan menerapkan teknologi yang tepat dan menggunakan pupuk berkualitas. “Dengan begitu komoditas semangka menjadi lebih tahan terhadap curah hujan tinggi,” kata Adityo Wibowo. [wir]






