Ponorogo (beritajatim.com) – Aktivitas pengiriman dokumen, hasil riset, hingga produk usaha mahasiswa di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, kini mendapat dukungan layanan logistik langsung dari dalam kampus.
Hal itu menyusul kerja sama antara UNIDA Gontor dan JNE yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta peresmian sales counter JNE di kawasan kampus. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus mempermudah kebutuhan distribusi bagi sivitas akademika.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UNIDA Gontor Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, bersama Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto. Peresmian turut dihadiri Direktur JNE Chandra Fireta dan Edi Santoso, SVP Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi, serta jajaran manajemen JNE wilayah Jawa Timur.
Selain penandatanganan kerja sama, JNE juga meresmikan sales counter yang berlokasi di Kantor UNIDA Edupreneur Center (UEC). Fasilitas tersebut mulai melayani kebutuhan pengiriman dokumen maupun barang bagi sivitas akademika. Pada kesempatan yang sama, JNE turut menyerahkan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa berprestasi di UNIDA Gontor.
Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, kehadiran layanan logistik di lingkungan kampus bukan hanya mempermudah akses pengiriman, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan.
“Keberadaan sales counter JNE di lingkungan kampus ini diharapkan memudahkan mahasiswa, tenaga pendidik, karyawan maupun masyarakat sekitar. Namun yang paling penting adalah bagaimana keberadaan JNE dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus,” ungkap Feri, Jumat (11/7/2026).
Dengan beroperasinya sales counter tersebut, mahasiswa dan sivitas akademika kini memiliki akses layanan pengiriman dokumen, buku, hasil penelitian, hingga berbagai jenis barang langsung dari lingkungan kampus. Fasilitas itu juga diharapkan mendukung aktivitas organisasi kemahasiswaan yang selama ini memerlukan layanan distribusi secara cepat dan efisien.
Keberadaan layanan logistik tersebut juga dinilai dapat membantu pengembangan unit usaha mahasiswa maupun produk hasil inkubasi bisnis kampus. Kemudahan akses distribusi diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas tanpa harus bergantung pada layanan di luar kampus.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran JNE di sini, memberikan manfaat, baik bagi kampus Unida, maupun masyarakat sekitar,” katanya.
Rektor UNIDA Gontor Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi menilai akses logistik memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan produk hasil kreativitas mahasiswa dan sivitas akademika. Menurutnya, kemudahan distribusi akan memberi nilai tambah terhadap berbagai aktivitas kewirausahaan yang berkembang di lingkungan kampus.
“Keberadaan JNE di UNIDA Gontor diharapkan mampu mendorong tumbuhnya semangat berwirausaha sekaligus laboratorium enterpreneurship bagi mahasiswa. Tidak hanya mempermudah distribusi produk, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan bisnis berbasis digital yang kini semakin berkembang,” ungkap Hamid.
Melalui kerja sama ini, UNIDA Gontor dan JNE membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan dunia industri. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan layanan yang mendukung kegiatan akademik, tetapi juga mendorong pengembangan sumber daya manusia, kewirausahaan, dan inovasi berbasis teknologi.(end/ted)






