Bojonegoro (beritajatim.com) – Gempa bumi berkekuatan 6.0 Scala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Tuban pada hari Jumat, 22 Maret 2024, pukul 11.25 WIB, dengan dampak yang dirasakan hingga Kabupaten Bojonegoro.
Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, juga mengalami gangguan akibat getaran gempa tersebut. Sebagian gempa terasa di Bojonegoro dengan kekuatan II-III MMI.
Manager Communication Relations & CID Regional Jawa Timur dan Indonesia Bagian Timur Subholding Upstream Pertamina, Rahmat Drajat menyatakan bahwa Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 sebagai operator, sedang melakukan pengecekan menyeluruh dan komprehensif terhadap kondisi bangunan dan fasilitas produksi.
Langkah perbaikan sedang diambil untuk mengembalikan kondisi operasi. PEPC Zona 12 telah menyiapkan berbagai upaya pencegahan risiko dan pengawasan area kerja untuk memitigasi dampak kegiatan operasi terhadap keselamatan manusia, lingkungan, kesehatan, asset perusahaan, dan komunitas di sekitar wilayah kerja.
“Safety merupakan fokus utama dalam menjalankan operasi perusahaan,” ujar Rahmat Drajat, Sabtu (23/3/2024).
Sekadar diketahui, sesuai yang disampaikan General Manager PEPC Zona 12, Mefredi, saat menerima kunjungan kerja dari Komisaris Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Taufan Hunneman ke Zona 12 menyebut jumlah produksi JTB telah mencapai kisaran 130 juta standart kaki kubik per hari (MMSCFD) dari target 192 MMSCFD, pada Jumat (18/11/2023). [lus/ian]






