Malang (beritajatim.com) – Sapa Desa BEM FISIP Unair sukses menyelenggarakan Festival Budaya bertajuk “Pride of Kedungsalam” di Pantai Ngliyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian Masyarakat yang kali ini menitikberatkan pada pelestarian budaya lokal, selain sektor ekowisata, pendidikan, dan kesehatan.
Keunikan festival tahun ini adalah pelaksanaan di hari ketiga pengabdian yang biasanya diisi dengan pengajaran di sekolah dasar. Pada 2024, Sapa Desa melibatkan pihak eksternal seperti Bantengan Purworejo dan PT Jasa Yasa, pengelola Pantai Ngliyep, untuk menambah semaraknya acara.
“Penampilan Bantengan kami hadirkan untuk mengangkat sejarah lokal Malang, terutama yang berawal dari arca fabel di Candi Jago,” ujar Ketua Pelaksana, Febryan Fitto Prasdiansyah, Rabu (30/10/2024).
Dengan tema “Pemberdayaan”, festival ini bertujuan untuk memberdayakan budaya lokal dan meningkatkan kepedulian terhadap kearifan lokal Malang. Festival ini juga menjadi ajang pemberdayaan UMKM lokal, seperti Samara, yang mendapat kesempatan untuk mempromosikan produknya di acara tersebut. Antusiasme warga Kedungsalam sangat tinggi terhadap penampilan Bantengan ini.
“Festival budaya ini tidak hanya mendukung UMKM lokal seperti Samara, tetapi juga menguntungkan PT Jasa Yasa dalam meningkatkan jumlah pengunjung ke Pantai Ngliyep,” jelas Febryan.
“Selain itu, penampilan Bantengan Purworejo sangat memukau dan terkonsep dengan baik, mencerminkan potensi budaya lokal yang layak dipromosikan lebih luas,” tambahnya.
Penampilan Bantengan ini juga bertujuan untuk menggaet perhatian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang agar potensi budaya dapat lebih dikembangkan. Selama tujuh hari pengabdian, panitia berupaya menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu mengidentifikasi masalah di masyarakat dan memberikan solusi serta rekomendasi kebijakan kepada pihak terkait.
Festival yang ditutup dengan antusiasme tinggi dari pengunjung ini menjadi puncak dari program Sapa Desa FISIP Unair tahun 2024. Festival ini tak hanya mempromosikan budaya dan ekowisata, tetapi juga berhasil mengimplementasikan poin-poin SDGs di berbagai bidang, dengan harapan keberlanjutan hingga tahun mendatang.[asg/kun]







1 Komentar
Keren banget loh semoga sukses terus ya anak2 kebangaan ❤️❤️