Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya disambut dengan pesan transformatif oleh Presiden Mahasiswa, Nasrawi, dalam acara penyambutan tahun akademik 2025/2026.
Dalam sambutannya, Nasrawi secara tegas menyatakan bahwa esensi seorang mahasiswa bukanlah hanya mengejar gelar atau ijazah, melainkan menjadi agen perubahan yang solutif dan kritis.
Acara yang mengusung tema “Bebas, Terbang Mengudara!” untuk MOX 2025 dan “Sayap Muda, Arahkan Perubahan” untuk ORDIK 2025 ini dihadiri Rektor UM Surabaya, Mundakir, Ketua PWM Jawa Timur, Sukadiono, serta Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno.
Dalam pidatonya, Nasrawi merefleksikan pemikiran Eko Prasetyo dan menekankan tiga poin penting bagi kebangkitan gerakan mahasiswa. Pertama, ia memperingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam zona nyaman dan hanya fokus pada nilai akademis.
“Sejatinya mahasiswa bukan pencari gelar, tetapi pemimpin perubahan,” tegas Nasrawi, ditulis Selasa (23/9/2025).
Kedua, Nasrawi mengingatkan bahwa sejarah lahir dari dunia intelektualisme. Ia menyebutkan nama-nama seperti KH. Ahmad Dahlan, Bung Karno, hingga Widji Thukul sebagai teladan yang berani melawan arus karena yakin mahasiswa adalah ujung tombak perubahan.
Ketiga, ia menekankan pentingnya mahasiswa untuk bersikap kritis, kreatif, dan solutif di tengah tantangan era pasca-kebenaran.
Pesan ini sejalan dengan tema acara, di mana Nasrawi menyerukan agar mahasiswa membebaskan pikiran dari kebodohan, jiwa dari ketakutan, dan langkah dari belenggu.
Ia juga mengutip Tan Malaka, “Bila kaum terpelajar merasa terlalu tinggi untuk berbaur dengan masyarakat, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali,” yang menjadi pengingat bagi mahasiswa agar tidak melupakan rakyat.
Menutup pidatonya, Nasrawi mengobarkan semangat perjuangan dengan pekikan yang menjadi tradisi gerakan mahasiswa, “Diam, tunduk ditindas, atau bangkit melawan. Karena mundur adalah sebuah pengkhianatan.”
Seruan tersebut disambut dengan gemuruh balasan dari ribuan mahasiswa baru, mengukuhkan tekad mereka untuk menjadi garda terdepan perubahan bangsa. [ipl/but]






