Pennsylvania (beritajatim.com) – Inisiatif Chelsea membeli Liam Delap dari Ipswich Town awalnya diyakini sebagai solusi lini depan untuk musim baru. Tetapi, baru dua laga di Piala Dunia Antarklub, kekurangan The Blues untuk posisi striker masih terlihat. Kekalahan 1-3 dari Flamengo pada matchday kedua dini hari tadi di Lincoln Financial Field, Pennsylvania, jadi pemicunya.
Delap yang dipercaya tactician Enzo Maresca sebagai starter gagal terlibat dalam kontribusi gol Chelsea. Padahal, ketika dia jadi pengganti mengalahkan Los Angeles FC 2-0 di matchday pertama (20/6), dia membukukan 1 assist.
Ternyata, keputusan Maresca mengganti Delap dengan Jackson pada menit ke-64 justru memperkeruh situasi. Bukan sekadar lantaran saat itu Chelsea telah tertinggal 1-2. Melainkan juga Jackson yang dikartu merah hanya 4 menit sejak masuk lapangan. Padahal, dia diharapkan bisa mencetak gol penyama kedudukan atau malah membalikkan keadaan.
Dia diusir wasit asal El Salvador, Ivan Barton, lantaran melakukan pelanggaran keras terhadap bek Flamengo Ayrton Lucas. Kaki Jackson secara menginjak tulang kering Lucas dan insiden itu terjadi tepat di depan mata Barton.
Bermain dengan 10 orang membuat Chelsea timpang. Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Chelsea malah kebobolan gol ketiga pada menit ke-83 oleh Wallace Yan.
“Itu (pelanggaran Jackson, Red) memang layak kartu merah. Akan ada perubahan untuk musim depan,” ujar Maresca dilansir ESPN.
Pernyataan pelatih asal Italia itu secara implisit sinyal bahwa Delap bakal jadi striker utama Chelsea. Masalahnya, dia juga belum terlalu nyetel dengan atmosfer Chelsea.
Sedangkan untuk Jackson, meski dalam dua musim terakhir adalah striker utama The Blues, dia belum pernah jadi top scorer tim. Justru gelandang serang Cole Palmer yang back to back melakukannya.
Yang lebih diingat tentang Jackson adalah kedisiplinannya yang buruk. Dari dua musim bersama Chelsea, dia mendapat 18 kartu kuning dan 2 kartu merah.
“Aku bertanggung jawab atas kekalahan ini. Aku kesal karena aku selalu ingin membantu tim. Maaf,” ujar Jackson. (dio)






