Kediri (beritajatim.com) – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri. Memasuki awal bulan Syawal 1447 H, lembaga pendidikan Islam ternama di Jawa Timur ini menyelenggarakan agenda Silaturahim Syawal dan Halal Bihalal yang mempertemukan seluruh elemen pimpinan, pengurus, hingga tenaga pendidik.
Pertemuan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan strategis sebagai sarana konsolidasi visi pendidikan karakter bagi ribuan santri setelah menuntaskan gemblengan spiritual selama bulan suci Ramadan.
Ketua Ponpes Wali Barokah H. Sunarto, menegaskan bahwa esensi dari perayaan kemenangan Idul Fitri harus diwujudkan dalam peningkatan etos kerja dan pengabdian. Keteladanan dari para guru dipandang sebagai instrumen utama dalam keberhasilan proses dakwah dan transfer nilai di lingkungan pesantren.
“Momentum Syawal ini adalah saat yang tepat untuk melakukan recharging semangat pengabdian. Kami berterima kasih kepada seluruh guru yang telah berjuang membimbing santri selama Ramadan. Harapan kami, kerukunan dan kekompakan yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan agar kualitas pendidikan di Ponpes Wali Barokah semakin barokah dan memberikan dampak positif bagi umat,” ujar H. Sunarto.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kekuatan ukhuwah antar-pengelola pesantren menjadi fondasi dalam melahirkan generasi yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus akhlak mulia. Melalui kebersamaan yang solid, seluruh program instruksional dan non-instruksional di pondok diharapkan mampu mencapai target yang lebih optimal.
“Silaturahim Syawal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk memperkuat ukhuwah serta menyatukan visi dalam membina generasi yang berakhlak mulia. Dengan kebersamaan yang kuat, insya Allah program pendidikan di pondok dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Dalam perspektif yang lebih luas, peran strategis pesantren dalam mencetak sumber daya manusia unggul turut menjadi sorotan. Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah sekaligus Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, yang hadir dalam acara tersebut, menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks bagi para pendidik agama. Para ustadz diposisikan sebagai garda terdepan yang tidak hanya mengajarkan syariat, tetapi juga nilai-nilai kebangsaan.
“Silaturahim ini bukan sekadar seremoni saling memaafkan, melainkan penguatan fondasi perjuangan kita. Para ustadz di Ponpes Wali Barokah adalah garda terdepan dalam mencetak generasi profesional religius,” ungkapnya.
Komitmen untuk mendukung kesejahteraan dan kompetensi para pengajar menjadi poin penting guna memastikan transformasi ilmu berjalan maksimal. Sinergi ini diharapkan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa di masa depan.
“Kami di DPD LDII Kota Kediri berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi dan kesejahteraan para pendidik agar proses transformasi ilmu agama dan nilai-nilai kebangsaan kepada santri berjalan maksimal demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran penting lainnya, termasuk Ketua Yayasan Wali Barokah KH. Achmad Fawwaz Abd. Aziz, Kepala PKPPS Ulya Wali Barokah H. Agus DS, serta ratusan guru dan pengurus yang berkomitmen memperkuat marwah pendidikan Islam di Kediri. [nm/but]






