Malang (beritajatim.com) – Debu jalur Minthi di Panderman Gravity Park menjadi saksi bisu kembalinya legenda. Polygon, pabrikan sepeda kebanggaan Indonesia, secara resmi memperkenalkan Polygon Collosus DH, sepeda downhill teranyar mereka yang telah lama dinanti, setelah 10 tahun absen dari hingar bingar kompetisi dunia. Acara Polygon MTB Gathering yang digelar pada 26 April lalu ini bukan sekadar peluncuran produk, melainkan sebuah perayaan atas semangat dan persatuan 80 penggiat mountain bike (MTB) dari berbagai penjuru Indonesia.
“Ini saya lagi healing melihat hijau-hijau,” celetuk Ganesha Tamzil, YouTuber kondang dengan julukan RocknRoll Daddy, sambil terbaring santai usai merasakan keganasan track sepanjang 2,2 kilometer itu dengan Polygon Collosus DH di bawahnya.
Panderman Gravity Park, yang terkenal dengan tantangan berupa jump, gap jump, dan drop yang memacu adrenalin, sukses membius para rider. Jalur Minthi, salah satu favorit selain jalur Bebek dan Menthok, merupakan mahakarya Hildan Afos Katana, atlet MTB legendaris asal Batu yang pernah menyumbangkan emas untuk Indonesia di berbagai ajang bergengsi.
Afos sendiri hadir dalam acara tersebut dan berbagi pandangannya mengenai jalur buatannya.
“Cukup seru dan menantang juga. Itu khusus untuk beginner sebenarnya. Jadi masih banyak yang harus diedukasi di track Panderman, supaya penghobi MTB mau mencoba downhill,” ujarnya, menekankan pentingnya edukasi untuk mengembangkan minat pada disiplin downhill.
Sensasi kecepatan tinggi dan tantangan jalur Minthi turut dirasakan oleh Yulia Wulandari, peserta asal Kediri.
“Track-nya termasuk high speed. Agak ngeri karena kalau meleset dikit bisa jatuh. Seru banget, sih, tracknya. Tekstur tanahnya gembur, kalau kena embun dikit sudah basah,” ungkapnya antusias.
Bagi Rama Teguh Adi Pratama, atlet downhill berpengalaman yang telah malang melintang di kancah internasional, termasuk Enduro World Series dan Red Bull Cerro Abajo, jalur ini menawarkan keseruan tersendiri.
“Buat saya ini cukup asyik, karena obstacle-nya menantang dan tentunya high speed. Dan yang paling enak adalah pemandangannya!” tuturnya.
Polygon MTB Gathering ini menjadi wujud nyata apresiasi Polygon terhadap komunitas MTB yang terus bersemangat memajukan olahraga ini di Tanah Air.
“Ini adalah wujud apresiasi kami kepada penggiat-penggiat MTB yang terus semangat menyebarkan kebaikan-kebaikan bersepeda di Indonesia,” ujar Veronica Vivin, Brand Marketing Manager Polygon Bikes Indonesia.
Ia menambahkan, “Ketika kami mencoba menyusun apa yang bisa kita lakukan di tahun ini, kami menemukan bahwa selama 10-15 tahun ke belakang MTB adalah salah satu penyumbang emas terbanyak untuk Indonesia di SEA Games—16 atau lebih medali emas. Kami ingin kita merasakan euforia itu lagi.”
Hakam, Project Manager Polygon MTB Gathering, menambahkan bahwa acara ini bukan yang pertama kali digelar.
“Sebelumnya, kami rutin menggelar Polygon MTB Bootcamp di berbagai kota di Indonesia. Kali ini, kami berkesempatan menghadirkan acara MTB berskala nasional, sekaligus memperkenalkan keindahan pariwisata Indonesia,” jelasnya.
Rangkaian acara dimulai dengan game seru “Night Hunter” pada Jumat malam, di mana peserta diajak mencari gulungan kertas berisi tantangan sambil bersepeda. Keesokan harinya, sesi dilanjutkan dengan pemaparan mendalam mengenai evolusi sepeda downhill dan perjalanan di balik lahirnya Polygon Collosus DH oleh Polygon Chief Engineer, Zendy Meidyawan Renan.
Zendy mengungkapkan inspirasi di balik nama “Colossus”. “Sepeda Collosus terinspirasi dari salah satu karakter komik X-Men kesukaan saya, Colossus, yang besar, berat, dan perkasa. Sehingga sepeda Collosus awalnya lahir di tahun 2006 dengan karakter besar dan berat,” terangnya.
Keunikan acara ini terletak pada keberagaman pesertanya. Tidak hanya atlet dan content creator ternama seperti Ganesha Tamzil dan Anantha Djawa, tetapi juga hadir bibit-bibit muda dari berbagai akademi MTB, mulai dari Afos Katana Family, AB Pinang Academy, hingga YC BMX Yogyakarta.
“Kami menyadari bahwa untuk mendorong regenerasi talenta-talenta muda agar memahami berbagai peluang masa depan di dunia MTB dan sekaligus membawa nama Indonesia, diperlukan partisipasi dari semua pihak, karena ini adalah concern kita bersama,” tegas Vivin, menekankan komitmen Polygon dalam membangun ekosistem MTB yang kuat di Indonesia.
Sorotan utama acara ini tentu saja adalah Polygon Collosus DH. Sepeda yang kehadirannya telah dinanti sejak tahun lalu ini bukan sekadar kembalinya Polygon ke ranah downhill. Diperkenalkan pertama kali di Sea Otter 2025, Collosus DH adalah hasil pengembangan selama tiga tahun yang melibatkan inovasi dan pengujian teknologi mendalam.
Bersama Polygon Engineer, Deyna Rizqi Ramadhan, Zendy menjelaskan berbagai fitur unggulan Collosus DH, termasuk empat konfigurasi geometri yang dapat disesuaikan melalui flip chip dan teknologi Independent Floating Suspension (IFS) yang menjadi ciri khas sepeda full suspension Polygon.
Kualitas Collosus DH telah teruji di berbagai medan ekstrem. Sebelum diperkenalkan kepada publik, sepeda ini telah melalui serangkaian pengujian oleh tim engineer dan atlet, hingga akhirnya menaklukkan ganasnya kompetisi Red Bull Rampage 2024 di Utah bersama rider asal Amerika, Luke Whitlock.
Tak hanya itu, Polygon Collosus DH juga mencatatkan kemenangan gemilang di kancah nasional. Dois Audi Fikriansyah berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh 2024 dengan menunggangi sepeda ini. “Menggunakan sepeda Polygon ini sangat nyaman, melalui obstacle dan cornering rasanya ringan, pedaling juga tidak berat. Akhirnya berbuah manis, sepeda ini membawa aku ke medali emas PON,” ungkap Dois.
Anantha Djawa, yang baru pertama kali menjajal sepeda downhill dengan Collosus DH di Panderman Gravity Park, pun tak dapat menyembunyikan kekagumannya.
“Aku ketika pertama coba sepeda ini, aku langsung tau sepeda ini memang buat aku,” pungkasnya antusias.
Polygon Collosus DH hadir dalam dua seri, yaitu DH 9 dengan desain gradien yang memukau dan DH 7. Seri DH 9 dibanderol dengan harga Rp 78.000.000, sementara DH 7 dapat dimiliki dengan harga Rp 55.000.000.[rea]







