Surabaya (beritajatim.com) – Jajaran Polrestabes Surabaya membagikan 1000 paket sembako dan masker kepada masyarakat terdampak COVID-19 pada Jumat (27/08/2021).
Guna membagikan sembako tersebut dengan merata, Polrestabes Surabaya menggunakan 22 unit mobil Vaksinasi yang dimiliki. Paket Sembako tersebut disalurkan terhadap masyarakat yang layak mendapatkan karena terdampak COVID-19, setelah sebelumnya dilakukan pendataan di setiap kecamatan dan kelurahan.
“Pagi ini, kami telah menyalurkan seribu paket sembako kepada masyarakat yang layak membutuhkan karena terdampak COVID-19,” terang Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Akhmad Yusep Gunawan, usai memimpin apel.
Akhmad Yusep menambahkan, selain membagikan secara pendataan, penyaluran paket sembako hasil gotong royong masyarakat itu akan dilakukan oleh petugas Polrestabes Surabaya kepada masyarakat secara acak.
“Paket sembako ini, hasil sumbangan dan gotong royong masyarakat kepada Polrestabes Surabaya, untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, dan ini harus segera kami salurkan,” tambahnya.
Dengan program gotong royong masyarakat untuk membantu sesama, Ahmad Yusep Gunawan berharap Surabaya segera pulih dan mencapai zona hijau serta mengajak melakukan vaksinasi.
Ahmad Yusep memaparkan lebih lanjut, mobil vaksin yang mempunyai multi fungsi itu, mendapat antusias dari masyarakat dalam melakukan vaksinasi dengan sistem jemput bola.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19″]
“Mobil ini difungsikan terutama melakukan vaksinasi dengan sistem jemput bola melayani masyarakat yang membutuhkan, dan ini terus berjalan dengan Dinkes Pemerintah kota Surabaya. Kehadiran mobil vaksin ini mendapat antusias dari masyarakat dan manfaatnya cukup baik dan mudah proses vaksin ini terus berjalan sesuai dengan harapan,” paparnya.
Dengan diturunkannya PPKM ke level 3 dan adanya kebijakan kelonggaran dari Pemerintah, Akhmad Yusep terus mengajak masyarakat untuk tetap melakukan dan mentaati protokol kesehatan.
“Pelaksanaan level 3 PPKM ini. banyak kelonggaran yang diberikan pemerintah dan harus ditaati, baik dalam proses belajar mengajar, beribadah, transportasi maupun pusat perbelanjaan, tolong masyarakat tetap mentaati dengan melakukan vaksinasi serta menjaga prokes secara ketat,” pungkasnya. (ang/ted)






