Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo melakukan pemetaan dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Ponorogo. Korps Bhayangkara itu memetakan tingkat kerawanan desa-desa yang ikut Pilkades serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 November nanti.
Dari 23 desa yang melaksanakan Pilkades, ada beberapa desa yang menjadi atensi terkait pengamanannya.
“Kita lakukan pemetaan dari desa-desa yang mengikuti Pilkades serentak ini. Jadi dari 23 desa yang ikut, ada 15 desa yang kita petakan aman,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Kamis (10/11/2022).
Namun, Catur menyebut bukan berarti 8 desa sisanya itu masuk rawan. Hanya saja, Ia menegaskan bahwa 8 desa itu pengamanannya bakal diperketat.
Masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) di 8 desa itu bakal dijaga oleh 2 polisi. Selain itu juga akan ditambah personel keamanan dari TNI, Linmas dan Satpol PP. Polres Ponorogo juga akan mendatangkan pasukan bawah kendali operasi (BKO) dari Brimob.
“Semoga dengan tambahan personil keamanan, jalannya Pilkades nanti berjalan lancar dan kondusif,” katanya.
Catur juga menjelaskan bahwa pemetaan kerawanan yang Polres Ponorogo lakukan, berdasarkan kontentestan dari calon kepala desa (cakades) itu sendiri. Sebanyak 15 desa yang dinyatakan aman itu, mayoritas cakadesnya, diisi oleh pasangan suami istri.
Sehingga tingkatnya bisa dikatakan lebih aman dari pada kontestannya benar-benar rivalitas murni. Sebab, 8 desa itu cakadesnya diisi oleh kandidat yang bersaing murni.
“8 desa itu memang persaingan murni dan beberapa golongan, ini yang masuk rawan,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, sebanyak 58 cakades yang akan mengikuti Pilkades serentak di Kabupaten Ponorogo melakukan deklarasi damai. Deklarasi damai para cakades dilakukan saat bertemu dengan pihak kepolisian dan TNI di uala Mapolres Ponorogo pada hari Rabu (9/11/2022) kemarin.
“Ini juga bagian komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk menyelenggarakan Pilkades yang damai. Sehingga semua cakades mendeklarasikan untuk damai,” kata Wakil Bupati (Wabup) Lisdyarita, yang juga hadir dalam acara tersebut.
Deklarasi damai dari para cakades itu ditandai dengan penandatanganan disebuah banner yang berisi ikrar perdamaian dalam Pilkades serentak tahun 2022. Semua unsur yang terlibat dalam Pilkades serentak juga dihadirkan dalam deklarasi damai itu. Mulai dari 58 cakades, ketua panitia Pilkades serentak, dan Forkopimda.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Ponorogo”]
“Kita tidak mungkin menemui cakades satu-satu. Dengan bertemu semua seperti ini, kita bisa memberi arahan supaya Pilkades tanggal 22 November nanti bisa aman, damai dan kondusif,” katanya.
Menurut Bunda Rita, panggilan akrab Wabup Lisdyarita, sebanyak 58 cakadea ini merupakan kandidat kades yang semuanya hebat. Semua merupakan calon pemenang. Saat coblosan nanti, akan diserahkan ke masyarakat, untuk memilik yang terbaik dari para kandidat terbaik.
“Para kandidat semua hebat. Semua bertujuan untuk membangun desanya masing-masing,” katanya.
Terkait titik rawan, Bunda Rita menyebut semua harus diwaspadai dan sesegera mungkin untuk cepat diatasi. Menurutnya, ada sedikit celah pun bisa menjadi kerawanan.
Pemkab Ponorogo, kata Rita meminta pihak keamanan dalam hal ini TNI dan Polri untuk menjaga kondusifitas. Jangan sampai celah-celah sedikit bisa menjadi masalah yang besar.
“Sehingga ketika ditemukan celah atau bentik sedikit, kami minta untuk segera lapor. Supaya kita bisa mengurainya,” pungkasnya. [end/beq]






