Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto Kota menggelar Forum Konsultasi Publik terkait peningkatan kualitas pelayanan di Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Mojokerto Kota. Forum tersebut digelar untuk menyerap masukan dan saran dari berbagai pihak demi perbaikan kualitas pelayanan kepolisian.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto menjelaskan, Polres Mojokerto Kota saat ini telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan tengah berupaya naik ke predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). “Tahun ini sebenarnya kami masuk dalam 5 besar penilaian WBBM. Namun, hanya 3 besar yang dipilih,” ungkapnya, Rabu (17/9/2025).
Meski baru akan diajukan lagi di 2026, namun lanjutnya, persiapan sudah dimulai sejak tahun 2025 ini. AKBP Herdiawan menekankan, pihaknya tidak bisa menilai kualitas pelayanan secara sepihak. Karena itu, masukan dari masyarakat, OPD, hingga tokoh masyarakat sangat penting untuk mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki.
“Kami minta masukan sebanyak-banyaknya demi kebaikan pelayanan kami, khususnya di MPP yang setiap hari cukup ramai, terutama saat layanan SKCK. Mungkin ada saran soal fasilitas, kenyamanan, hingga pola pelayanan yang bisa kami perbaiki. Target kami tidak hanya masuk 5 besar lagi, tapi bisa menembus 3 besar bahkan menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” katanya.
Menurutnya, Polres Mojokerto Kota tidak bisa menilai kualitas pelayanan secara sepihak. Oleh karena itu, pihaknya mengundang berbagai unsur masyarakat untuk memberikan masukan yang membangun. AKBP Herdiawan menambahkan, usulan-usulan tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan publik, khususnya di MPP dan Satpas, semakin maksimal.
“Kalau kami menilai diri sendiri tentu akan subjektif. Justru yang paling objektif adalah penilaian dari masyarakat yang merasakan langsung pelayanan kami. Itulah mengapa forum ini sangat penting. Kami ingin pelayanan Polres Mojokerto Kota tidak hanya sekadar baik, tetapi juga mampu bersaing untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” tegasnya.
Dengan adanya forum ini, diharapkan terjalin komunikasi dua arah antara aparat kepolisian dan masyarakat, sehingga kualitas pelayanan publik benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga. Forum tersebut berlangsung di Aula Ruparama lantai II Mapolres Mojokerto Kota.
Forum dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), perwakilan perguruan tinggi, perwakilan Camat, dan Kepala Desa. Dalam forum tersebut, peserta diajak memberikan ide dan kritik membangun demi perbaikan kualitas pelayanan kepolisian. [tin/ian]






