Gresik (beritajatim.com)- Perisitiwa tak biasa terjadi di Polres Gresik. Pelajar yang baru duduk di Sekolah Dasar (SD) datang ke kantor polisi malam hari diantar orang tuanya bernama Muhaimin.
Warga Jalan KH.Kholil Gresik ini mengantar buah hatinya hanya ingin mengenakan tameng polisi. Ini karena tameng mainan yang dipesan sudah lama tak kunjung datang.
Muhaimin menceritakan, anak pertamanya ingin mendapatkan tameng layaknya super hero di film-film setelah ujian sekolah selesai. Merasa sudah janji dengan buah hatinya, dia memesan tameng melalui belanja online.
“Setelah ditunggu sangat lama, pesanan tak datang-datang anak saya merengek minta diantar ke kantor polisi hanya ingin mendapatkan tameng,” ujarnya, Minggu (12/10/2025).
Tak ingin anaknya kecewa, Muhaimin nekat datang dengan mengendarai sepeda motor. Setelah tiba, petugas jaga mempersilahkan duduk lalu melaporkan apa yang menimpa dirinya.
Muhaimin menceritakan keinginan anaknya yang cuma ingin mengenakan tameng polisi. Petugas yang menerima keinginan pelajar SD ini, tersenyum ringan. Dia kemudian meminta izin menghubungi Kasat Samapta AKP Heri Nugroho.
Permintaan bocah ini dikabulkan saat itu juga. Para personel yang bertugas langsung memberikan tameng serta mempersilakan pelajar SD ini berpose layaknya polisi cilik.
Bahkan, Muhaimin bersama buah hatinya diajak berputar-putar dengan mengendarai kendaraan taktis (Rantis). Meski awalnya terlihat malu-malu, sang anak perlahan menunjukkan ekspresi bahagia. Ia bahkan diberi kesempatan menyalakan sirine dan mempelajari tombol-tombol di dalam kendaraan taktis.
“Tindakan spontan para anggotanya merupakan bentuk pelayanan humanis kepada masyarakat, terutama anak-anak,” ujar AKP Heri Nugroho.
Momen sederhana ini menjadi wujud nyata implementasi program polisi sahabat anak. Lewat pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan emosional, menunjukkan bahwa polisi bukan hanya sosok penegak hukum, tetapi juga figur yang ramah, dan mengayomi masyarakat. [dny/but]






