Jombang (beritajatim.com) – Yenny Wahid, putri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), berbicara panjang lebar di depan ratusan massa Barikade Gus Dur (Barisan Kader Gus Dur) di lapangan Unhasy (Universitas Hasyim Asyari) Tebuireng Jombang, Kamis (7/9/2023).
Yenny berbicara tentang sosok ayahnya yang nilai-nilai perjuangannya patut untuk diteruskan. Yenny juga menyindir sosok Muhaimin dan PKB, meski tidak menyebut terang-terangan. Putri Gus Dur ini juga mengupas sosok dua bakal calon presiden (Bacapres), Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Massa yang mendengarkan pidato Yenny menyambut dengan yel-yel ‘Mbak Yenny Cawapres..Mbak Yenny Cawapres’ secara bersamaan. Yenny pun menyambut teriakan dari massa tersebut. “Partaine dicolong wong, cak! (Partainya dicuri orang, mas!),” kata Yenny yang lagi-lagi diteriaki oleh massa ‘dicolong maling’ (dicuri maling).
Acara Barikade Gus Dur Jawa Timur ini dalam rangka apel kebangsaan memperingati Hari Lahir Gus Dur, 7 Sepetember. Sebelum Yenny datang, ratusan orang sudah berkumpul. Mereka berbaris rapi di tengah lapangan. Usai acara seremonial, mereka membaca tahlil untuk Gus Dur.
Selain itu, massa juga melantunkan salawat secara bersama-sama. Massa mengenakan kaus lengan panjang warna hijau bertuliskan ‘Apel Siaga Barikade Gus Dur’. Sejumlah tokoh juga hadir dalam kegiatan tersebut.
BACA JUGA:
Dianggap Bijak, Yenny Wahid: Butuh Pemimpin Seperti Prabowo
Yenny mengatakan bahwa hari lahir Gus Dur adalah misteri. Karena ada dua versi. Pertama 4 Agustus 1940. Kedua tanggal 7 September 1940. Namun yang benar menurut Yenny adalah 7 September 1940. “Dulu keluarga saya menggunakan penanggalan arab, yakni hari ke-4 ke-8 kalender Islam tahun 1940,” ujar Yenny.
Apabila dalam kalender Hijriah berarti Gus Dur lahir pada 4 Sya’ban 1359 Hijriah, dan dalam kalender Masehi sama dengan 7 September 1940. “Tapi yang tercetak di KTP terlanjur salah, yakni 4 Agustus 1940. Tidak masalah,” lanjutnya. [suf]






