Surabaya (beritajatim.com) – Hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) mengenai kecenderungan perilaku pemilih warga Kota Surabaya menjelang Pemilu 2024 mengungkap temuan menarik. Dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, mayoritas warga Surabaya cenderung belum menentukan pilihan
Direktur Riset SSC, Edy Marzuky mengungkapkan setidaknya ada 50,6 persen responden yang menjawab “Masih Mungkin Berubah” dalam menentukan pilihan di Pemilu 2024 nanti. Sementara yang menjawab “Sudah Mantab” sebanyak 49,4 persen.
“Hal ini bisa berubah sewaktu-waktu, karena masyarakat juga memiliki beberapa faktor yang bisa merubah pilihan,” kata Eddy, Rabu (13/7/2023).
Edy menguraikan beberapa faktor yang bisa mengubah pilihan masyarakat. Seperti visi-misi dan program kerja sebanyak 51,3 persen, juga dengan pemberian uang/sembako dengan 17,8 persen.
“Faktor lainnya seperti pemberitaan media di medsos sebanyak 9,8 persen, fatwa kiai atau tokoh agama 5 persen, pengaruh keluarga 3,9 persen, pertemuan dengan kader partai 3,2 persen. Kemudian Tokor masyarakat seperti RT/RW memeroleh 2,7 persen, serta Kepala atau Perangkat Desa 0,6 persen. Sementara yang menjawab tidak tahu atau tidak memilih sebanyak 5,7 persen,” urai Edy.
Sementara pria yang juga dosen Universitas Yudharta Pasuruan ini mengatakan hasil ini masih dalam tingkat kewajaran, mengingat pemilu masih tahun depan. “Tentu responden masih belum bisa benar-benar memastikan, namun setidaknya ini menjadi gambaran menarik bagi para partai pengusung Capres/Cawapres di Pemilu 2024 mendatang,” katanya.
Mayoritas Warga Surabaya Tidak Tahu Tanggal Pemilu, tapi akan Gunakan Hak Pilih
Dalam surveinya, Edy juga mendapat temuan bahwa berkaitan dengan kapan pelaksanaan Pemilu 2024, mayoritas warga Surabaya atau sebanyak 47,6 persen ternyata hanya mampu menyebutkan tahunnya saja.
Dengan kata lain, lanjutnya, sebagian besar warga Surabaya yang menjadi responden penelitian ini belum mengetahui kapan persisnya hari pencoblosan Pemilu 2024 mendatang.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa besar kemungkinan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah, KPU maupun berbagai pihak yang berkepentingan, mengenai kapan pelaksanaan Pemilu 2024 belum optimal menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
BACA JUGA:
Survei SSC: Fauzi Satu-satunya Wakil Madura di Pilgub Jatim
Dia menjelaskan sebanyak 21,4 persen mampu menyebutkan bulan dan tahun, kemudian sebanyak 25,4 persen yang mampu menyebutkan secara lengkap tanggal, bulan hingga tahun pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.
“Meski demikian, masih ada sebanyak 5,6 persen yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab,” jelas Edy.
Meskipun masih banyak yang belum mengetahui secara rinci pelaksanaan Pemilu, hasil survei menunjukkan sebanyak 85,8 persen warga Surabaya menyatakan pasti akan menggunakan hak pilihnya.
“Hanya 14,2 persen yang belum pasti menggunakan hak pilihnya ke depan. Ini harus menjadi perhatian bagi penyelenggara Pemilu ke depan”, imbuhnya.
Sebagai informasi, SSC adalah salah satu lembaga survei yang bernaung dibawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI) dan aktif dalam berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 7 Juli 2007.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20-30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid. [asg/beq]






