Politik Pemerintahan

KPU Jember Minta Maaf kepada Paslon Bupati-Wabup

Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta maaf kepada pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang mengikuti pemilihan kepala daerah, karena belum menyerahkan salinan daftar pemilih tetap (DPT) sebagaimana dijanjikan.

Permintaan maaf ini dilontarkan Ahmad Hanafi, salah satu komisioner KPU Jember, dalam rapat  di gedung parlemen, Kamis (22/10/2020) siang. Rapat membahas sejumlah persoalan selama masa kampanye sejak 26 September lalu.

“Kami sebelumnya mohon maaf, karena pada saat penetapan DPT kami menjanjikan segera memberikan salinan itu dalam dua tiga hari, tapi sistem informasi dan data pemilih (sidalih) kami sampai tadi malam masih belum berjalan normal,” kata Hanafi.

“Maka itu, janji belum bisa kami penuhi. Tapi bila merujuk pada Peraturan KPU tentang jadwal dan tahapan, kita masih pada rentang waktu yang tidak menyalahi, karena salinan tersebut maksimal harus kami berikan pada 28 Oktober – 6 Desember, termasuk pada jadwal pengumuman DPT itu di tempat-tempat strategis,” kata Hanafi.

Namun, menurut Hanafi, jika sidalih sudah bisa diakses normal, salinan DPT itu akan segera disampaikan ke tim kampanye pasangan calon. “Daftar pemilih langsung kami unduh dari sistem. Mudah-mudahan hari ini semua sudah bisa kami selesaikan, sehingga dalam waktu cepat bisa kami fasilitasi,” katanya.

Hanafi mengatakan kepada┬áberitajatim.com, bahwa masalah sidalih ini tak terkait dengan belum pulihnya situs resmi KPU Jember setelah kena retas. “Sidalih itu pakai server KPU RI. Website KPU Jember hanya untuk media informasi saja, tidak berkait dengan teknis penyelenggaraan yang menggunakan sistem informasi seperti sidalih, situng, silon, dan lain-lain,” jelasnya.

Sebelumnya, anggota Pansus Pilkada DPRD Jember Tri Sandi mempertanyakan kepada KPU soal belum diterimanya salinan daftar pemilih tetap (DPT) yang semestinya diberikan tim kampanye calon bupati dan wakil bupati. “Itu harus diterima semua tim paslon. Targetnya kemarin 20 Oktober, sekarang 22 Oktober. Terlambat dua hari,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar