Ringkasan Berita:
- Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melaporkan perkembangan Sekolah Rakyat dan digitalisasi Perlindungan Sosial kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
- Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Muncar telah mencapai lebih dari 75 persen dan ditargetkan menjadi sekolah modern berstandar internasional.
- Banyuwangi juga menjadi daerah percontohan digitalisasi Perlindungan Sosial yang kini diperluas ke 42 daerah di Indonesia.
- Mensos Gus Ipul mengapresiasi progres pembangunan dan berencana menggelar open house bersama wali murid siswa baru di Banyuwangi.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat serta implementasi program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam pertemuan di Kantor Kementerian Sosial, Kamis (18/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, telah menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan Juni 2026, pembangunan fisik telah mencapai lebih dari 75 persen.
“Saat ini sekolah rakyat sementara menempati dua lokasi, yakni di Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar,” kata Ipuk kepada Mensos.
Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut dibangun di atas lahan seluas 7 hektare milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kawasan pendidikan itu dirancang sebagai sekolah modern berstandar internasional yang melayani jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa.
Berbagai fasilitas penunjang pendidikan juga disiapkan, mulai dari gedung sekolah dua lantai untuk setiap jenjang pendidikan, asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur, kantin untuk masing-masing jenjang, hingga guest house.
Kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung lainnya seperti lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, tempat pembuangan sampah (TPS), green house, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi pengolahan limbah dapur, area parkir mobil dan motor, gerbang, serta signage kawasan.
Keunggulan lain dari Sekolah Rakyat Banyuwangi adalah lokasinya yang berdampingan dengan Sirkuit BMX Muncar berstandar internasional. Kondisi tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mengusulkan kegiatan ekstrakurikuler olahraga BMX bagi para siswa.
“Anak-anak nanti bisa diberi ekstrakurikuler BMX karena dekat dengan Sirkuit Muncar, agar bisa mencetak atlet muda berbakat,” kata Ipuk.
Selain melaporkan perkembangan Sekolah Rakyat, Ipuk juga menyampaikan progres pelaksanaan program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos). Banyuwangi menjadi daerah pertama yang ditunjuk sebagai proyek percontohan implementasi digitalisasi distribusi perlindungan sosial.
Keberhasilan pelaksanaan program tersebut di Banyuwangi mendorong pemerintah pusat memperluas implementasinya ke berbagai wilayah lain. Saat ini, program digitalisasi Perlinsos telah diperluas ke 42 daerah di Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu juga mengungkapkan rencananya untuk bertemu langsung dengan orang tua calon siswa.
“Rencana saya akan Open House dengan wali murid siswa baru di Banyuwangi,” jelas Gus Ipul. [alr/beq]






