Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Jurus Jitu Bupati Sugiri Sancoko Urai Permasalahan Sampah di Ponorogo

Tumpukan sampah di TPA Mrican yang disemprot oleh cairan anti bau oleh pemadam kebakaran. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Persoalan sampah sampai juga di telinga Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Menurutnya, masalah sampah bukan menjadi problema sekarang ini, namun sudah sejak dulu. Di pemerintahannya, Sugiri berusaha untuk menemukan solusi soal sampah.

“Ada beberapa solusi yang akan kita lakukan untuk mengurai permasalahan sampah,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (21/4/2022).

Sugiri Sancoko sudah melakukan inovasi dari sampah, yakni dibuat briket, berarti untuk teknologinya sudah ketemu. Kemudian ada rencana untuk perluasan lahan tempat pembuangan akhir (TPA). Hingga salah satu solusi terbaru, mengurai sampah di tempat hilir atau rumah tangga.

Dengan menganggarkan Rp 1 juta dari dana RT Rp 10 juta untuk mengurangi sampah di tingkat RT. Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban di hulu atau TPA supaya tidak terlalu banyak. “Sampah ini inginnya bisa diselesaikan di tingkat rumah tangga. Kita anggarkan dari Dana RT Rp 10 juta, supaya di tingkat RT bisa diurai dengan tiap RT ada bank sampah. Jadi beban di TPA tidak berat,” katanya.

Sedangkan terkait perluasan lahan, kata Sugiri, bukan memperluas lahan di TPA Mrican yang saat ini menjadi satu-satunya TPA di Ponorogo. Namun, menyebar tempat pembuangan kecil di beberapa wilayah yang dulu menjadi wilayah pembantu bupati atau eks kawedanan di bumi reyog. Sugiri menyebut bahwa permasalahan sampah harus diselesaikan dengan pelan-pelan tapi pasti dan tidak bisa serentak.

“Butuh perjalanan penyelesaian konstruktif dan terukur. Tempat perpindahan lahan ini masih dirunding dengan teman-teman DPRD, nanti kita putuskan yang elok. Maunya pindah, biar ada hal yang baru dan jauh dari pemukiman dan lahan pertanian,” pungkasnya.

Permasalahan sampah memang menjadi konsen dari pihak eksekutif dan legislatif. Mereka menggodoknya dalam pembahasan DPRD. Nantinya, bukan hanya di TPA Mrican, tetapi bakal diperluas di 5 eks kawedanan di Ponorogo.

Jadi TPA ada di kawedanan Pulung, Arjowinangun, Somoroto Ponorogo dan Jebeng. Rencana tersebut, tertuang dalam draft Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang saat ini menjadi pembahasan di gedung DPRD.
“Salah satu solusi dari persoalan sampah yakni dengan membuka lahan baru,” kata Wakil ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno.

Di Kabupaten Ponorogo, sedikitnya ada 4 kawedanan, sehingga akan mengcover sampah di masing-masing wilayah tersebut. Sehingga sampah tidak terpusat di TPA Mrican Kecamatan Jenangan yang lahannya semakin sempit. Untuk diketahui, luas lahan TPA Mrican hanya 1,2 hektare, padahal sampah setiap hari yang masuk puluhan ton.

“Yang harus dipahami, TPA di kawedanan ini nantinya bukan hanya sebagai tempat pembuangan akhir, namun sebagai pengolahan sampah agar menjadi nilai ekonomi,” katanya. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar