RINGKASAN BERITA:
- Menteri Haji dan Umrah melepas kepulangan 393 jemaah haji kloter UPG-07 Makassar di Bandara Jeddah.
- Pemerintah menyampaikan permohonan maaf resmi atas segala kekurangan pelayanan selama operasional haji.
- Menhaj meminta jemaah memaklumi faktor kelelahan petugas lapangan yang bekerja hampir 24 jam penuh.
- Seluruh jemaah kloter 7 Makassar dipulangkan dengan aman menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-1407.
Jeddah (beritajatim.com) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan permohonan maaf resmi kepada jemaah haji Indonesia atas segala kekurangan pelayanan selama operasional haji 1447 H / 2026 M.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung pria yang akrab disapa Gus Irfan ini di sela-sela pelepasan kepulangan 393 jemaah haji kelompok terbang (kloter) 7 Embarkasi Makassar (UPG-07) di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Jumat (5/6/2026).
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi bahwa proses pemulangan ratusan jemaah asal Sulawesi Selatan tersebut berjalan tertib. Seluruh rombongan diterbangkan menuju tanah air menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-1407.
Di hadapan para jemaah yang bersiap memasuki ruang tunggu bandara, Gus Irfan mengekspresikan rasa syukur yang mendalam atas tuntasnya seluruh rukun perhajian. Otoritas tertinggi Kemenhaj RI ini juga memberikan apresiasi tinggi terhadap tingkat kepatuhan regulasi jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Terima kasih atas ketertiban dan kedisiplinan Bapak-Ibu sekalian dalam mengikuti arahan petugas, ketua regu, ketua rombongan, maupun pimpinan kloter. Berkat kedisiplinan itu, seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan baik,” ujar Gus Irfan mengapresiasi kerja sama jemaah.
Kendati indikator kesuksesan makro perhajian tahun ini menunjukkan grafik yang positif, Gus Irfan menegaskan bahwa komitmen evaluasi di internal kabinet kementeriannya tetap berjalan ketat. Ia secara berani mengakui bahwa dinamika lapangan yang luar biasa dinamis berpotensi memicu adanya celah pelayanan yang dirasa kurang memuaskan bagi sebagian jemaah.
“Atas nama pemerintah dan atas nama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, saya memohon maaf apabila selama memberikan pelayanan masih terdapat kekurangan dan hal-hal yang kurang berkenan,” ucapnya secara terbuka.
Lebih lanjut, Gus Irfan mengajak para jemaah untuk membangun empati dan memberikan pemakluman logis terhadap beban psikologis para petugas haji di lapangan. Ribuan petugas dari berbagai unsur kedokteran dan pelayanan umum dipaksa memeras energi secara sporadis tanpa jeda demi mengawal keselamatan jutaan nyawa jemaah.
“Mungkin ada petugas yang pada saat tertentu terlihat kurang ramah. Saya yakin itu bukan karena kesengajaan, melainkan karena kelelahan setelah bekerja hampir 24 jam untuk melayani jemaah. Untuk itu saya kembali memohon maaf,” kata Gus Irfan menerangkan realitas tekanan kerja petugas.
Meski menyisipkan sejumlah catatan evaluasi penataan di sektor perlindungan, Menhaj bersyukur karena secara garis besar manajemen pergerakan massa haji asal Indonesia tahun ini dapat dikontrol secara kondusif dan aman. Efektivitas penyaringan kesehatan di dalam negeri terbukti memberikan dampak signifikan pada kelancaran jemaah dalam merampungkan ibadah.
Menutup sambutan hangatnya sebelum jemaah memasuki pintu kabin pesawat, Gus Irfan melayangkan untaian doa mendalam agar seluruh pengorbanan harta dan fisik jemaah dibalas dengan ganjaran spiritual tertinggi serta dilindungi keselamatannya hingga tiba di rumah masing-masing.
“Selamat jalan, semoga Allah menerima seluruh amal ibadah Bapak-Ibu sekalian dan mempertemukan kembali kita dalam keadaan sehat di Tanah Air,” tutur Gus Irfan melepas rombongan penerbangan. [ian/MCH]






