Surabaya (beritajatim.com) – Beredarnya kabar bahwa Polsek Kangean dibakar oleh massa dibantah oleh Polda Jawa Timur. Klarifikasi disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Kabid Humas menjelaskan bahwa memang terjadi pergerakan massa terkait penolakan survei seismik. Aksi ini dipicu oleh penangkapan salah satu warga yang sebelumnya mengusir dan menyerang kapal survei seismik menggunakan celurit, parang, dan kembang api.
“Ada masyarakat yang ditangkap karena sebelumnya telah mengusir dan menyerang kapal yang sedang survei seismik dengan menggunakan senjata tajam celurit dan parang serta kembang api,” ujar Kabid Humas.
Massa sempat mendatangi Polsek Kangean untuk mencari petugas gabungan TNI-Polri yang menangkap warga tersebut dan meminta agar mereka meninggalkan Pulau Kangean. “Namun setelah dijelaskan oleh Kapolsek dan ditenangkan, maka masyarakat kemudian meninggalkan Polsek Kangean,” lanjutnya.
Kabid Humas menambahkan, massa kemudian bergerak ke sebuah tempat wisata milik salah satu politisi yang diduga mendukung survei seismik. Di lokasi itu, massa melakukan pembakaran pada bagian depan bangunan dan memecahkan kaca. “Tambahan sekitar jam 20.20 WIB, massa sudah membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing,” tegasnya. [uci/kun]






