Malang (beritajatim.com) – Selama masa pandemi Covid-19, masyarakat mulai terbiasa dengan transformasi digital. Hampir semua aktivitas menggunakan akses internet. Hal ini ternyata juga memberikan pengaruh terhadap kondisi pembelajaran di Indonesia.
Berdasarkan hasil riset Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), selama masa pandemi, siswa mengalami kehilangan pembelajaran (learning lost) yang setara dengan enam bulan dan lima bulan belajar, masing-masing untuk literasi dan numerisasi.
Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah pusat akhirnya mengambil langkah dengan melakukan pengembangan teknologi digital, utamanya dalam masa pemulihan pasca pandemi Covid-19. Termasuk, dengan melakukan pengkajian ulang dalam Rencana Undang-Undang (RUU) Sisdiknas tahun 2003 dengan konteks pendidikan yang ada saat ini.
Dalam hal ini, pemerintah mengambil inisiasi untuk membuat perubahan pada peraturan perundang-undangan tersebut dan memberikan konteks modernisasi pada sistem pendidikan di Indonesia. Menjemput peluang tersebut, PointStar Indonesia (PT Polarisweb) selaku Google Partner dan Asus Authorized partner serta Jabra yang berkolaborasi dengan Ngalup Collaborative Network memberikan dukungan dengan menggelar acara PointStar for Education di Aula Kampus STIKI Malang, Kamis (23/6/2022).
Dalam acara tersebut, mereka memberikan masukan terkait RUU Sisdiknas, sekaligus mendapatkan inspirasi bagaimana penerapan modernisasi pendidikan di ruang kelas. Mereka mengundang 50 orang perwakilan maupun kepala sekolah dari jenjang SD, SMP SMA, serta pengurus yayasan pendidikan.
“Dalam acara tersebut juga mengundang kepala dinas pendidikan setempat, baik dari wilayah Kota, Kabupaten maupun Provinsi sebagai narasumber untuk menyampaikan paparan terkait materi RUU Sisdiknas,” kata Marketing Manager PoinStar Indonesia, Bogie Satriyonegoro.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata sebagai bentuk sumbangsih untuk pendidikan di Indonesia dari PointStar, Google, Asus dan Jabra. Sekaligus, juga memberikan wadah untuk publik, terutama tenaga pendidik untuk menyampaikan pendapat dan masukan terhadap isu pendidikan yang saat ini sedang berkembang, khususnya terkait dengan RUU Sisdiknas.
“Juga memberikan inspirasi terkait modernisasi ruang pembelajaran untuk dapat mengikuti perkembangan di masa depan,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut tak hanya diselenggarakan di Malang, namun juga di kota besar lainnya. Seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Denpasar dan lainnya.
“Selain menekankan menekankan teknologi informasi, kegiatan ini juga fokus terhadap isu pendidikan yang aktual dan esensial bagi tenaga pendidik,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Ngalup Collaborative Network, Andina Paramitha berharap, kegiatan tersebut mampu membantu pemerintah dalam percepatan digitalisasi di sekolah.
“Harapan kami, semoga bisa terlaksana dengan baik, termasuk membantu sekolah juga dalam digitalisasi pembelajaran,” tandas Andin. [luc/but]






