Jombang (beritajatim.com) – Kamis malam (28/8/2025) itu, arus kendaraan di Jalan Raya Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, tampak normal. Lampu motor berderet dari arah barat ke timur, menyisakan riuh klakson khas jalur ramai.
Namun suasana mendadak berubah sekitar pukul 19.20 WIB. Sebuah dahan pohon kemiri yang cukup besar tiba-tiba patah dan jatuh menimpa badan jalan.
Di saat bersamaan, sebuah sepeda motor Suzuki Satria F bernomor polisi AG-3293-VBB melaju dari arah barat. Sepeda motor itu dikendarai Muhammad Mubasir (32), seorang wiraswasta asal Dusun Bedug, Desa Bulu, Kecamatan Berbek, Nganjuk. Mubasir tak sempat menghindar. Ujung dahan yang roboh lebih cepat menyambutnya. Tabrakan pun tak terhindarkan.
Saksi mata, Aditya Setyawan (24), masih mengingat jelas momen itu. “Pada saat bersamaan dari arah barat datang motor Satria dan ujung dahan pohon tersebut tertabrak pemotor Satria hingga terjatuh,” katanya dengan nada yang masih menyisakan keterkejutan.
Mubasir terkapar di jalan, warga sekitar bergegas menolong. Ambulans membawa korban ke RSUD Jombang, di mana ia kini mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, situasi lalu lintas di lokasi sempat kacau.
Petugas dari Satlantas Polres Jombang mendatangi lokasi. Mereka mengurai kemacetan yang melanda jalur tersebut. Jalur dari timur ke barat tertutup total, antrean kendaraan mengular panjang. Dari barat ke timur, arus dialihkan ke utara, menuju arah Terminal Jombang.
Namun di balik kepanikan itu, muncul solidaritas. Puluhan warga bersama petugas BPBD Jombang turun tangan. Dengan tenaga seadanya, mereka mengangkat dahan pohon ke tepi jalan. Tidak sedikit yang hanya berbekal lampu ponsel sebagai penerang. Beberapa saat kemudian, petugas BPBD dengan sigap memotong dahan agar jalur kembali aman dilalui.
“Dahan pohon yang menutup jalan diangkat warga beramai-ramai bersama petugas BPBD ke tepi jalan sebelah selatan, selanjutnya dipotong oleh petugas BPBD Jombang,” ungkap salah seorang warga di lokasi.
Malam itu, Peterongan memberi pelajaran tentang rapuhnya keseimbangan. Sebatang pohon yang tumbang bisa mengubah perjalanan seseorang, sekaligus memantik gotong royong yang masih lekat di tengah masyarakat.
Jalan kembali terbuka, lalu lintas lancar, dan Jombang pun kembali berdenyut. Namun bagi Muhammad Mubasir, peristiwa ini akan tercatat sebagai malam penuh luka yang nyaris merenggut nyawanya. [suf]






