Surabaya (beritajatim.com) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya Selatan menggelar demo di depan Mapolda Jawa Timur, Kamis (4/12/2025) untuk mendesak penutupan dugaan aktivitas tambang ilegal atau galian C di seluruh wilayah Jatim.
Aksi tersebut diikuti puluhan mahasiswa dengan membentangkan spanduk protes, meminta agar ada penegakkan hukum serius terhadap aktivitas tambang, khususnya terhadap galian C tambang yang dibiarkan terbuka; penuh lubang serta tanpa reklamasi.
Koordinator aksi, Ato Illah Ainur Ridlo, menyebut bahwa bekas galian C tambang ilegal ini sangat mengancam keselamatan warga setempat. Ia mencontohkan kejadian tewasnya enam santri akibat tercebur di bekas galian tambang di Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura beberapa waktu lalu.
“Lubang-lubang bekas galian tambang dibiarkan terbuka tanpa reklamasi, tanpa pagar pengaman. Ini merupakan bukti nyata bahwa selama ini pengawasan pertambangan sangat lemah,” papar Ato.
Ia menjelaskan, selain mengancam nyawa warga penduduk sekitar, tambang ilegal dapat merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan bencana yang dampaknya jelas merugikan.
“Pasal-pasal dalam Undang-Undang (UU) Minerba dan UU Perlindungan Lingkungan Hidup sudah jelas mengatur sanksi pidana bagi para pelaku pertambangan ilegal,” kata Ato.
Oleh karena itu, mewakili anggota PMII Cabang Surabaya Selatan, dirinya mendesak Polda Jawa Timur—dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur—untuk segera membongkar serta menindak hukum para pelaku sebagaimana aturan perundang-undangan berlaku.
“Jika Polda Jatim tidak segera mengambil langkah nyata, massa menyatakan siap kembali dengan jumlah yang lebih besar,” tegas Ato.
“Kami meminta Polda Jawa Timur menunjukkan keberanian, ketegasan, dan komitmen untuk menuntaskan persoalan tambang ilegal sampai ke akar-akarnya,” tutupnya.
Untuk diketahui, tewasnya enam santri di danau bekas tambang galian C di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, terjadi pada Kamis (20/11/2025).
Para korban saat itu diduga pergi ke lokasi tanpa sepengetahuan pengasuh, lalu satu di antaranya terpeleset dan lima lainnya ikut tenggelam saat mencoba menolong. Atas kejadian tersebut, Polda Jawa Timur telah turun langsung memeriksa lokasi dan menjadwalkan akan melakukan pengujian kualitas air danau untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut. (rma/kun)






